Transformasi Asia Barat, 2 Oktober 2021
-
Kunjungan Menlu rezim Zionis Israel ke Bahrain
Transformasi Asia Barat sepekan terakhir diwarnai sejumlah isu penting di antaranya mengenai kunjungan menlu rezim Zionis ke Bahrain.
Selain itu, Ayatullah Sistani menyerukan partisipasi rakyat Irak dalam pemilu, bentrokan bersenjata meletus di Al Quds dan Tepi Barat, tahanan Palestina yang kabur dipindahkan ke lima penjara terpisah, PM Lebanon menyatakan tak punya rencana berkunjung ke Saudi dan Yaman menembak jatuh Drone AS.
Ulama Syiah Bahrain Sikapi Kunjungan Menlu Israel ke Manama
Pemimpin Syiah Bahrain mengatakan berkompromi dengan musuh Zionis merupakan perang politik yang dikobarkan rezim Bahrain terhadap rakyat.
Hal itu disampaikan Syeikh Isa Qassim dalam menanggapi kunjungan Menteri Luar Negeri Israel Yair Lapid ke Manama, seperti dilaporkan laman al-Ahed News.
“Pengkhianatan yang menjijikkan normalisasi hubungan dengan rezim Zionis adalah salah satu perang politik rezim Bahrain terhadap rakyat, yang dibarengi dengan intimidasi, pemiskinan, pemenjaraan, pemindahan paksa, penghinaan, pengucilan, dan perampasan hak-hak,” kata Syeikh Qassim pada Kamis (30/9/2021).
Ia menegaskan Bahrain masih memegang teguh identitas aslinya dalam menghadapi kebijakan rezim dan perlawanan akan berlangsung lama. Ini adalah perang yang menentukan dan menjadi jati diri bagi rakyat Bahrain.
Menlu rezim Zionis tiba di Bahrain pada 30 September, kunjungan resmi pertama sejak dicapainya perjanjian normalisasi hubungan antara Tel Aviv dan Manama.
Bahrain menormalisasi hubungan dengan Israel pada September 2020 melalui mediasi Presiden AS waktu itu, Donald Trump. Manama secara resmi menjalin hubungan diplomatik dengan Tel Aviv meskipun ditentang oleh rakyatnya.
Ayatullah Sistani Serukan Partisipasi Rakyat Irak dalam Pemilu
Marja’ Besar Syiah Irak, Ayatullah Sayid Ali Sistani menyerukan kepada rakyat Irak untuk berpartisipasi dalam pemilu parlemen secara sadar dan bertanggung jawab.
“Pemilu adalah jalan yang paling aman bagi negara untuk mencapai masa depan yang diharapkan akan lebih baik dari sebelumnya dan menghindari bahaya jatuh ke jurang kekacauan,” kata Ayatullah Sistani dalam sebuah pernyataan, Rabu (29/9/2021) seperti dilaporkan Alsumaria TV.
“Para pemilih harus memanfaatkan kesempatan penting ini untuk mewujudkan perubahan nyata dalam penyelenggaraan pemerintahan, memberantas korupsi, dan memilih orang-orang yang jujur,” imbuhnya.
Ayatullah Sistani menyatakan sikap netral dalam pemilu dan menegaskan bahwa ia tidak mendukung kandidat atau kubu mana pun. “Pemilihan kandidat ditentukan oleh keputusan pemilih dan suara mereka,” tambahnya.
Pernyataan tersebut meminta panitia penyelenggara pemilu untuk bekerja independen tanpa tergoda dengan uang atau campur tangan asing.
Pemilu parlemen Irak akan digelar pada 10 Oktober 2021 untuk memilih 239 anggota legislatif. Mereka kemudian akan memilih perdana menteri dan pemerintahan baru.
Perlawanan Palestina Meluas, Bentrokan Bersenjata Meletus di Al Quds dan Tepi Barat
Bentrokan bersenjata antara tentara rezim Zionis dan sejumlah Palestina terjadi Minggu pagi ini di Al Quds dan Tepi Barat.
Situs Palestina Al-Risalah mengutip sumber-sumber lokal melaporkan bentrokan bersenjata antara Palestina dan pasukan rezim Zionis terjadi di kota Beit Annan, daerah barat laut Al Quds, pada Minggu (26/9/2021) pagi, yang menewaskan dua warga Palestina.
Situs Arab 48 juga melaporkan, setidaknya empat warga Palestina gugur dalam baku tembak di beberapa titik di Tepi Barat.
Selain itu, dua pemuda Palestina terluka dalam bentrokan dengan tentara Israel di desa Ramallah dan Jenin di Tepi Barat.
Bentrokan juga terjadi di Kafardan, Yabd, Barqin, Eliamon dan beberapa daerah di Jenin.
Perlawanan bersenjata Palestina terjadi setelah seorang pemuda Palestina, Muhammed Ali al-Khabisa gugur ditembak mati oleh tentara rezim Zionis.

Tahanan Palestina yang Kabur Dipindahkan ke Lima Penjara Terpisah
Otoritas penjara Gilboa, Israel memindahkan enam tahanan Palestina yang sempat kabur, ke penjara terpisah di Palestina pendudukan karena takut melarikan diri kembali.
Dikutip dari laman Elnashra, Sabtu (2/10/2021), keenam tahanan Palestina itu sekarang ditahan di sel isolasi di lima penjara terpisah yang diawasi secara ketat.
Zakaria al-Zubeidi, seorang anggota senior Brigade Syuhada al-Aqsa, dipindahkan ke penjara Eshel di Beersheba, Mahmoud al-Arida dan Munadil Nafi'at ke penjara Ayalon di Ramla.
Tiga tahanan lain yaitu, Mohammad al-Arida, Yaqoub Qadri, dan Ayham Kamanji, masing-masing dipindahkan ke penjara Shakima di Asqalan, Rimonim di Ein Yehuda, dan Ohli Kedar di Beersheba.
Pada 6 September lalu, enam tahanan Palestina berhasil melarikan diri dari penjara Gilboa di utara Palestina pendudukan melalui sebuah lubang yang mereka gali.
Militer rezim Zionis kembali menangkap mereka setelah beberapa hari melakukan pencarian besar-besaran.
Sebelumnya, juru bicara Hamas Hazem Qassem dalam sebuah pernyataan mengatakan meskipun para pahlawan tunel kebebasan ini ditangkap kembali, pelarian mereka menjadi bukti atas lemahnya keamanan rezim Zionis dan ketidakmampuan mereka dalam melawan tekad pejuang Palestina.
PM Lebanon: Saya Tak Punya Rencana Berkunjung ke Saudi
Perdana Menteri Lebanon mengatakan, saat ini dirinya tidak punya rencana untuk melakukan kunjungan kerja ke Arab Saudi, akan tetapi ia tetap menekankan upaya pemulihan hubungan Beirut dengan negara-negara Arab lain.
Najib Mikati, Senin (27/9/2021) malam dalam wawancara dengan stasiun televisi LBCI menjelaskan bahwa dalam pembicaraan dirinya dengan Presiden Prancis Emmanuel Macron di Paris, tidak dibahas tentang hubungan Lebanon dan Arab Saudi.
Ia mengaku tidak punya rencana untuk melakukan kunjungan kerja ke Arab Saudi saat ini, namun pemerintah baru Lebanon akan berusaha memulihkan hubungan dengan negara-negara Arab lain, dan tidak akan membiarkan Lebanon menjadi lokasi untuk menyerang negara Arab lain.
Pada saat yang sama Mikati mengatakan, Presiden Prancis menekankan bahwa solusi utama reformasi pemerintahan baru Lebanon adalah dialog dengan Dana Moneter Internasional, IMF.

Yaman Tembak Jatuh Drone AS
Angkatan Bersenjata Yaman menambak jatuh pesawat tanpa awak milik Amerika Serikat di provinsi Ma'rib.
"Sistem pertahanan udara militer dan komite rakyat Yaman menarget dan menembak jatuh pesawat pengintai Amerika, ScanEagle di provinsi Ma'rib," kata juru bicara Angkatan Bersenjata Yaman Yahya Sare'e, seperti dilaporkan televisi al-Masirah, Senin (27/9/2021).
Dia menambahkan, drone mata-mata AS ditembak jatuh selama misi ofensif di atas wilayah Medghal di provinsi Ma'rib, Yaman.
Sistem pertahanan udara militer Yaman juga menembak jatuh dua pesawat mata-mata AS di kota Sirwah di provinsi Ma'rib pada tanggal 20 dan 22 Juni 2021.
Scan Eagle adalah pesawat tak berawak yang secara akurat menentukan titik target dari langit.
Arab Saudi dan sekutunya belum dapat mencapai tujuan mereka di Yaman sejak melancarkan invasi militer ke negara ini pada Maret 2015. Kagagalan tersebut disebabkan perlawanan gigih rakyat Yaman.(PH)