Transformasi Asia Barat, 20 November 2021
https://parstoday.ir/id/news/west_asia-i109326-transformasi_asia_barat_20_november_2021
Dinamika Asia Barat sepekan terakhir diwarnai sejumlah isu penting di antaranya mengenai desakan Israel kepada AS supaya Hizbullah ditekan, jika AS membantu militer Lebanon.
(last modified 2025-07-30T02:55:16+00:00 )
Nov 20, 2021 13:15 Asia/Jakarta
  • Jihad Islam Palestina
    Jihad Islam Palestina

Dinamika Asia Barat sepekan terakhir diwarnai sejumlah isu penting di antaranya mengenai desakan Israel kepada AS supaya Hizbullah ditekan, jika AS membantu militer Lebanon.

Selain itu, Jihad Islam menolak gencatan senjata lima tahun dengan Israel, Israel menembakkan rudal ke selatan Damaskus, rezim Zionis menjual dua perangkat Pegasus ke Uni Emirat Arab, suku-suku Marib akan bergabung dengan Ansarullah, UEA menyatakan akan mengambil langkah turunkan ketegangan dengan Iran.

 

Hizbullah Tehran

 

Israel Minta Hizbullah Dikekang Jika AS Bantu Militer Lebanon

Rezim Zionis meminta duta besar AS untuk PBB, menetapkan beberapa syarat yang terkait dengan Gerakan Hizbullah jika memberikan bantuan kepada militer Lebanon.

Surat kabar Yedioth Ahronoth dalam sebuah laporan, Rabu (17/11/2021) menulis, Duta Besar AS untuk PBB Linda Thomas berkunjung ke Palestina pendudukan pekan ini dan bertemu dengan para pejabat Israel.

Dalam pertemuan itu, pihak Tel Aviv meminta Linda Thomas untuk menetapkan beberapa syarat untuk mengekang Hizbullah jika AS memberikan bantuan kepada Lebanon.

"Syarat itu antara lain mendorong Hizbullah menjauh dari perbatasan Lebanon, meminta komitmen militer Lebanon agar mempersulit Hizbullah membangun rudal presisi, dan mencegah penyelundupan senjata ke negara itu," kata laporan Yedioth Ahronoth.

Para pejabat Israel menyatakan keprihatinan mereka bahwa bantuan AS kepada militer Lebanon akan jatuh ke tangan Hizbullah dan kemudian digunakan untuk menyerang tentara rezim Zionis.

Pada September lalu, Presiden AS Joe Biden menandatangani sebuah perintah eksekutif, yang memungkinkan Menteri Luar Negeri Antony Blinken untuk memberikan bantuan langsung senilai 47 juta dolar kepada militer Lebanon.

 

 

Israel Tembakkan Rudal ke Selatan Damaskus

Media pemerintah Suriah mengatakan Israel telah menembakkan dua rudal dari Dataran Tinggi Golan yang diduduki ke sebuah daerah di selatan Damaskus.

Kantor berita Suriah (SANA) menyatakan serangan baru rezim Zionis menargetkan sebuah bangunan kosong di selatan Damaskus pada Rabu (17/11/2021) dini hari.

Sekitar pukul 12:45 dini hari, musuh Israel melakukan agresi dengan dua rudal dari arah Golan Suriah yang diduduki, menargetkan sebuah bangunan kosong di selatan Damaskus. Salah satu rudal musuh ditembak jatuh dan tidak ada kerugian yang terjadi.

Dalam beberapa tahun terakhir, rezim Zionis berulang kali melakukan serangan udara di Damaskus dan berbagai bagian Suriah. Sebagian besar serangan itu berhasil digagalkan oleh sistem pertahanan udara Suriah.

 

Jihad Islam Tolak Gencatan Senjata Lima Tahun dengan Israel

Salah satu pemimpin Gerakan Jihad Islam Palestina mengatakan, rezim Zionis Israel berusaha mencari kesempatan untuk melaksanakan proyek-proyek Yahudisasi di Al Quds dan Tepi Barat, dan ia menekankan sikapnya menolak gencatan senjata jangka panjang dengan rezim Zionis.

Dikutip situs Palestina, Al Ayyam, Rabu (17/11/2021), Khader Habib menuturkan, berbeda dengan apa yang disampaikan media, sampai detik ini mediasi Mesir tidak menghasilkan program apa pun atau usulan penandatanganan kesepakatan gencatan senjata dengan Israel.

Sebelumnya media mengabarkan bahwa Mesir menyampaikan prakarsa terkait gencatan senjata kepada pihak Tel Aviv, dalam lawatan Direktur Dinas Intelijen Dalam Negeri Israel, Shin Bet, Ronan Bar ke Kairo.

"Gencatan senjata lima tahun dengan Israel, sepenuhnya ditolak, karena tujuan dari prakarsa ini adalah mengucilkan Tepi Barat, dan memberi kesempatan kepada Zionis untuk melaksanakan proyek-proyek Yahudisasi, dan pembangunan distrik di kota Al Quds yang diduduki, dan Tepi Barat," paparnya.

 Menurut Khader Habib, sikap kelompok-kelompok perlawanan Palestina terkait hal ini jelas, dan tranpsaran, pencabutan total blokade Gaza, rekonstruksi Gaza, dan pertukaran tahanan berdasarkan syarat kelompok perlawanan, untuk gencatan senajta, dan upaya menciptakan ketenangan jangka panjang sama sekali tidak akan pernah terwujud.

 

 

Israel Jual Dua Perangkat Pegasus ke Uni Emirat Arab

Rezim Zionis dilaporkan telah menjual dua perangkat spyware Pegasus kepada Uni Emirat Arab (UEA).

Media Israel, The Marker dalam sebuah laporan, Rabu (17/11/2021) menyatakan perusahaan siber rezim Zionis, NSO menjual perangkat lunak peretasan ponsel Pegasus kepada dua pemimpin di UEA yaitu Penguasa Abu Dhabi, Mohammed Bin Zayed dan Penguasa Dubai, Sheikh Mohammed Bin Rashid al-Makhtoum.

Mengenai motif pembelian dua perangkat terpisah oleh UEA, The Marker memberikan dua kemungkinan, pertama berhubungan dengan kebijakan domestik dan konflik di antara tujuh Emirat sehingga dua penguasa dari dua Emirat terpenting membeli dua perangkat terpisah.

Kemungkinan kedua, setidaknya salah satu dari dua penguasa itu menggunakan perangkat Pegasus untuk alasan pribadi, bertentangan dengan ketentuan penggunaan yang diumumkan oleh perusahaan NSO.

Surat kabar The Guardian sebelumnya melaporkan Sheikh Rashid al-Makhtoum menggunakan Pegasus untuk memata-matai mantan istrinya, Haya binti al-Hussein, saudara perempuan Raja Abdullah II dari Yordania, dan menyadap panggilan telepon dari lima kerabatnya selama proses persidangan di pengadilan untuk memperebutkan hak asuh atas dua anak mereka.

 

Suku-Suku Marib akan Bergabung dengan Ansarullah

Bersamaan dengan kemajuan militer dan komite rakyat Yaman di Provinsi Marib, suku-suku di distrik Jabal Murad, Marib datang ke ibu kota Yaman untuk bertemu pejabat Sanaa.

Situs Al Khabar Al Yemeni, Kamis (18/11/2021) melaporkan, delegasi besar para ketua suku, dan tokoh terkemuka Jabal Murad mendatangi Sanaa, dan mendapat sambutan hangat dari suku Bani Matar di provinsi itu.

 Suku-suku Jabal Murad termasuk suku terbesar di Provinsi Marib, dan mereka datang ke Sanaa untuk melakukan koordinasi akhir terkait keamanan kota Marib, yang merupakan benteng terakhir pasukan Koalisi Arab Saudi.

Saat suku-suku Jabal Murad datang ke Sanaa, militer dan komite rakyat Yaman meraih kemajuan signifikan di sekitar kota Marib. Menurut situs Al Khabar Al Yemeni, suku-suku Jabal Murad melakukan dialog dengan pejabat Pemerintah Penyelamatan Nasional Yaman, dan Ansarullah.

Sebelumnya Hussein Al Ezzi, Deputi Menteri Luar Negeri Pemerintah Penyelamatan Nasional Yaman mengabarkan bergabungnya 1.500 anggota suku Marib dengan Sanaa.

 

Anwar Gargash

 

UEA: Kami sudah Ambil Langkah Turunkan Ketegangan dengan Iran

Seorang pejabat senior pemerintah Uni Emirat Arab mengklaim bahwa Abu Dhabi sudah mengambil sejumlah langkah untuk menurunkan ketegangan dengan Iran.

Anwar Gargash, Senin (15/11/2021) mengklaim bahwa para pejabat UEA sudah melakukan sejumlah langkah untuk membangun kepercayaan, dan menghindari konflik dengan Iran.

Ia menambahkan, "Namun kami tetap memiliki kekhawatiran serius terkait intervensi Iran di Irak, Suriah dan Yaman, dan kami sudah melakukan sejumlah upaya untuk meredekan ketegangan. Kami tidak punya kepentingan apa pun dalam konflik, karena kawasan yang akan menanggung akibatnya beberapa dekade ke depan."

Pejabat UEA ini menuduh Iran mencampuri urusan negara lain, padahal Abu Dhabi bersama Arab Saudi memimpin koalisi untuk menyerang Yaman sejak 2015, ditambah dukungan kedua negara itu atas kelompok teroris di Suriah.

"Kita bisa membangun kepercayaan masing-masing, dan bergerak ke arah sebuah kondisi yang lebih kokoh. Akan lebih baik bagi Iran jika bekerja sama dengan negara-negara tetangganya," pungas Gargash.(PH)