Mengenal Operasi Keseimbangan Pencegahan Militer Yaman
-
Drone Qasef Yaman
Juru bicara Angkatan Bersenjata Yaman mengabarkan digelarnya operasi drone besar "Keseimbangan Penceghan ke-8" yang menyerang sejumlah wilayah penting dan vital di Arab Saudi.
Brigadir Jenderal Yahya Saree, Sabtu (20/11/2021) seperti dikutip stasiun televisi Al Masirah mengumumkan, operasi ini dilakukan untuk membalas peningkatan serangan, dan berlanjutnya kejahatan serta blokade Koalisi Saudi.
Operasi pencegahan Yaman dimulai sejak Agustus 2019. Operasi pencegahan pertama digelar Agustus 2019 dan di kedalaman 1200 km Arab Saudi di wilayah timur, Dammam dan ladang minyak Shaybah milik perusahaan Aramco di 10 km perbatasan dengan Uni Emirat Arab (UEA). Ladang minyak ini memiliki cadangan sekitar satu miliar barel. Operasi Pencegahan ke-2 digelar September 2019 menarget instalasi minyak Arab Saudi di Buqayq dan Khurais di wilayah Timur Arab Saudi. Serangan ini mengakibatkan sekitar 50 persen produksi minyak Saudi terhenti dan harga minyak naik sekitar 18 persen.
Operasi Pencegahan ke-3 digelar Februari 2020 dan kali ini militer bersama pasukan relawan rakyat Yaman menyerang target sensitif Aramco dan sejumlah lainnya di Yanbu di barat Arab Saudi. Operasi Pencegahan ke-4 digelar Juni 2020 dan menarget posisi sensitif militer dan intelijen di Riyadh, Arab Saudi.
Sementara Operasi Pencegahan ke-5 digelar 28 Februari 2021 dan kembali menarget Riyadh serta dua kota selatan, Abha dan Khamis Mushait. Sepuluh hari kemudian, tepatnya 17 Maret 2021 digelar Operasi Pencegahan ke-6 dan menarget perusahaan minyak nasional Arab Saudi di Ras Tanura di Dammam, timur Arab Saudi. Selain itu, Asir dan Jizan di selatan Arab Saudi juga menjadi target di operasi ini. Operasi Pencegahan ke-7 digelar September 2021 di mana militer Yaman menyerang instalasi vital Arab Saudi termasuk Aramco dengan rudal dan drone.
Operasi Pencegahan ke-8 merupakan operasi terbaru yang digelar tahun 2021. Di operasi ini berbagai kota Arab Saudi seperti Riyadh, Jizan dan Najran menjadi target serangan rudal dan roket Yaman. Operasi pencegahan ini juga menggunakan drone Samad-2 dan 4 serta Qasef K2.
Poin lain di Operasi Pencegahan ke-8 adalah serangan terhadap tiga lokasi sensitif seperti bandara udara, kilang minyak dan lokasi militer. Faktanya Operasi Pencegahan menyerang target militer dan non-militer khususnya target ekonomi, karena operasi ini ditujukan untuk menimbulkan kerugian ekonomi kepada pemerintah Arab Saudi serta kerugian di bidang militer.
Isu lain adalah Operasi Pencegahan ke-8 di kedalaman wilayah Arab Saudi seperti Riyadh mengindikasikan bahwa pasukan Yaman telah meningkatkan kemampuan defensifnya sehingga mereka mampu membela diri dari serangan Arab Saudi serta memberi pukulan telak kepada musuh. Sejatinya operasi seperti ini membawa pesan bagi Arab Saudi bahwa berlanjutnya perang tidak akan menguntungkan mereka.
Operasi Pencegahan ke-8 digelar ketika pasukan Yaman meraih kemenangan penting di Marib, dan semakin dekat membebaskan penuh kota ini. Di sisi lain, pasukan Saudi dan Uni Emirat Arab (UEA) juga mulai mundur dari wilayah-wilayah Barat Yaman, tapi Koalisi Saudi tetap meningkatkan serangan udara hariannya ke berbagai wilayah Yaman.
Oleh karena itu, Operasi Pencegahan ke-8 menunjukkan bahwa pasukan Yaman siap membela diri di wilayahnya, sekaligus melancarkan serangan balasan ke kedalaman wilayah Arab Saudi. Bagaimanapun juga, operasi ini memiliki dimensi pertahanan dan sebuah respon atas eskalasi serangan udara oleh Arab Saudi. (MF)