Israel Akui Kekuatan Ansarullah dan Keputusasaan Saudi atas AS
https://parstoday.ir/id/news/west_asia-i117830-israel_akui_kekuatan_ansarullah_dan_keputusasaan_saudi_atas_as
Salah seorang analis politik Zionis menanggapi operasi sukses terbaru Yaman terhadap Arab Saudi. Menurutnya, Saudi dan Uni Emirat Arab menyadari bahwa Yaman tahu kelemahan mereka, dan pasti akan menyerang.
(last modified 2026-03-05T04:17:08+00:00 )
Mar 27, 2022 10:34 Asia/Jakarta
  • Ansarullah Yaman
    Ansarullah Yaman

Salah seorang analis politik Zionis menanggapi operasi sukses terbaru Yaman terhadap Arab Saudi. Menurutnya, Saudi dan Uni Emirat Arab menyadari bahwa Yaman tahu kelemahan mereka, dan pasti akan menyerang.

Angkatan Bersenjata Yaman, Jumat (25/3/2022) melancarkan serangan luas ke fasilitas minyak Aramco, dan beberapa lokasi penting lain di Saudi.
 
Merespon serangan balasan Yaman ini, jurnalis rezim Zionis mengklaim, "Ansarullah Yaman telah berubah dari organisasi lokal menjadi ancaman regional, dan ancaman bagi semua orang yang menyerangnya, secara umum ia menjadi ancaman bagi penentang poros Iran."
 
Yaron Schneider, dalam wawancara dengan Kanal 12 televisi Israel mengatakan, "Di tengah peningkatan ancaman Yaman terhadap negara-negara pesisir Teluk Persia, kerja sama negara-negara ini dengan Israel semakin erat."
 
Ia menambahkan, "Ansarullah sejak tujuh tahun perang yang dilancarkan Mohammed bin Salman ke Yaman, telah meningkatkan serangannya ke Saudi, dan Bin Salman gagal menghancurkan Ansarullah. Para pemimpin Ansarullah menambah kekuatan, dan cakupan ancaman mereka, dan hari ini Israel masuk cakupan ancaman tersebut."
 
Menurut Yaron Schneider, Saudi dan UEA tahu Ansarullah mengetahui kelemahan mereka, dan tidak diragukan pasti akan menyerang. Kedua negara Teluk Persia ini sekarang berusaha mencari cara untuk membalas ancaman tersebut.
 
Schneider menerangkan, Saudi dan UEA putus asa atas dukungan AS dalam masalah ini, dan sedang mencari bantuan. Negara-negara Teluk Persia berusaha mencari bantuan dari industri keamanan Israel, dan inti pertemuan-pertemuan pejabat Tel Aviv dan negara-negara tersebut adalah masalah ini. (HS)