Riyadh dan Koalisi Saudi Sambut Gencatan Senjata Dua Bulan di Yaman
-
Gencatan senjata di Yaman
Departemen Luar Negeri Arab Saudi dan juru bicara pasukan Koalisi Arab Saudi di statemen terpisah menyambut dihentikannya operasi militer di Yaman dan perbatasan negara ini.
Utusan khusus PBB untuk Yaman Hans Grundberg Jumat (1/4/2022) malam mengumumkan, pemerintah Penyelamatan Nasional Yaman dan Koalisi Saudi menyetujui usulan gencatan senjata dua bulan oleh PBB yang akan diberlakukan mulai pukul 19:00 Sabtu (2/4/2022).
Seperti dilaporkan SPA, Deplu Arab Saudi Sabtu (2/4/2022) di statemennya menyambut peluang gencatan senjata dua bulan yang diusulkan PBB, yang diterima oleh Pemerintah Keselamatan Nasional Yaman.
"Arab Saudi menyambut pengumuman Utusan khusus PBB untuk Yaman Hans Grundberg terkait dimulainya gencatan senjata dan dihentikannya seluruh operasi militer di dalam negeri Yaman dan perbatasan negara ini dengan Arab Saudi," tambah statemen tersebut.
Seraya menekankan dukungannya terhadap pemerintahan Yaman yang mengundurkan diri dan koalisi yang dibentuknya untuk melawan Yaman, Deplu Saudi mengklaim, "Sambutan dan dukungan ini merupakan upaya Arab Saudi untuk mengakhiri krisis di Yaman dan mencapai solusi politik yang komprehensif."
Turki al-Maliki, jubir pasukan Koalisi Saudi mengatakan, "Kami menyambut dihentikannya operasi militer di Yaman dan perbatasan Arab Saudi dengan negara ini."
Arab Saudi dengan dukungan Amerika Serikat, Uni Emirat Arab (UEA) dan sejumlah negara lain melancarkan agresi militer ke Yaman sejak Maret 2015 dan memblokade total dari darat, udara dan laut terhadap negara ini.
Perang yang dikobarkan Arab Saudi beserta sekutunya di Yaman sampai saat ini telah menewaskan dan melukai ratusan ribu warga Yaman serta memaksa empat juta orang mengungsi. (MF)