Ini Tanggapan Sekjen Hizbullah Lebanon terhadap Manuver Militer Rezim Zionis
Sekretaris Jenderal Hizbullah Lebanon mengatakan dalam beberapa tahun terakhir, musuh mencoba memengaruhi dukungan rakyat terhadap kubu perlawanan melalui kebohongan dan sanksi, tetapi semua rencana dan proyek mereka gagal.
Sekretaris Jenderal Hizbullah Lebanon, Sayid Hassan Nasrullah hari Selasa (10/5/2022) mengapresiasi dukungan rakyat Lebanon terhadap front perlawanan, dan mengatakan,"Tidak ada pan Arab tanpa Palestina dan Al Quds, dan normalisasi hubungan dengan rezim Zionis sia-sia belaka,".
"Saya ingin memberitahu saudara-saudara yang mengikuti berita tentang manuver militer rezim Zionis. Perdana menterinya sendiri menyatakan bahwa rezim ini tidak ingin berhadapan dengan siapa pun. Pesan ini untuk perlawanan, dan musuh tahu bahwa front perlawanan akan menanggapi setiap agresi," ujar Sekjen Hizbullah Lebanon.
Mengenai pemilu Lebanon, Sayid Nasrullah menegaskan bahwa Lebanon harus menjadi negara dengan pemerintahan yang berdaulat, dan tanpa itu, akan ada kerusuhan.
"Front perlawanan tidak menampilkan diri sebagai pengganti pemerintah. Kami tidak berbicara tentang pemerintah lain. Lebanon adalah negara yang terdiri dari berbagai etnis dan minoritas, dan masalah ini menimbulkan kekhawatiran," tegasnya.
"Masalah ancaman perang saudara adalah garis merah kami. Oleh karena itu, rakyat Lebanon harus melihat setiap upaya ke arah ini sebagai pengkhianatan. Kini yang harus kita semua perjuangkan adalah terbentuknya pemerintahan yang adil dan kuat, dan mewujudkan tujuan bersama. Pemerintahan yang adil adalah pemerintahan yang berdaulat dan menjaga kekayaan negara dari segala bentuk agresi, tekanan dan penjarahan," tegasnya.
Sekjen Hizbullah menambahkan bahwa Lebanon sama sekali bukan negara miskin dan bangkrut, dan siapa pun yang berbicara tentang isu menjual aset pemerintah dalam situasi saat ini sedang berkomplot dengan musuh.(PH)