Daesh Gunakan Kekerasan Seksual sebagai Taktik Teror
Perwakilan Khusus PBB tentang Kekerasan Seksual dalam Konflik, Zainab Hawa Bangura mengatakan, kelompok teroris Daesh menggunakan kekerasan seksual sebagai taktik terorisme di Irak.
Dalam satu pernyataan pada Ahad (19/6/2016), Bangura dan Utusan Khusus Sekjen PBB untuk Irak, Jan Kubis, menyatakan solidaritasnya dengan para korban kekerasan seksual dalam konflik yang dilakukan oleh Daesh. Demikian dilansir Sputniknews seperti dikutip kantor berita IRIB.
"Bersamaan dengan peringatan pertama Hari Internasional untuk Penghapusan Kekerasan Seksual dalam Konflik, kita menghadapi realitas baru, di mana kekerasan seksual tidak hanya digunakan sebagai taktik perang, tetapi juga sebagai taktik terorisme," tambahnya.
Pernyataan tersebut menegaskan bahwa PBB berkomitmen untuk melaksanakan tugasnya mencegah kekerasan seksual yang berhubungan dengan konflik dan memberikan perlindungan bagi para korban. (RM)