Ulama Sunni Lebanon Minta Muslim Bersatu Hadapi Saudi
Seorang ulama Sunni Lebanon, mendesak umat Islam untuk mengambil sikap yang sama dalam menghadapi kebijakan terorisme Arab Saudi.
Seperti dikutip Tasnimnews, Sabtu (25/6/2016), Syeikh Suhaib Habli, anggota Dewan Ulama Muslim Lebanon, mengatakan rezim Al Saud adalah pendukung utama teroris takfiri.
"Saudi lewat koordinasi langsung dengan lembaga-lembaga pembuat keputusan di Amerika Serikat dan Israel, berusaha untuk menyiapkan kondisi bagi pengakuan resmi rezim Zionis," tambahnya.
Syeikh Habli menyebut tindakan dan kejahatan yang dilakukan Al Saud sudah melampaui kejahatan kafir Quraisy.
"Langkah Al Saud mencegah perjalanan jamaah haji ke Baitullah sudah melebihi tindakan kafir Quraisy, karena kafir Quraisy pada awalnya menghalangi Rasulullah Saw dan kaum Muslim masuk ke Makkah, tapi mereka kemudian memberi izin setelah Perjanjian Hudaibiyah," terangnya.
Menurutnya, Al Saud dengan mengelabui opini publik ingin melakukan pertumpahan darah di Bahrain untuk menutupi kekalahannya di Yaman, Suriah dan Irak.
Ulama Sunni Lebanon ini menegaskan bahwa Arab Saudi mendukung kelompok-kelompok teroris di negara-negara kawasan.
Soal perkembangan di Bahrain, Syeikh Habli mengatakan, Saudi ingin menyeret Bahrain ke kubangan kekerasan sehingga opini publik tidak fokus pada kejahatan Al Saud terhadap perempuan dan anak-anak Yaman.
Kepala Administrasi Dewan Ulama Muslim Lebanon, Syeikh Hassan Abdallah juga mengkritik kebijakan rezim Al Saud dan gerak cepat Riyadh untuk normalisasi hubungan dengan Tel Aviv.
"Zionis dan antek-anteknya ingin menciptakan sebuah Islam yang menyimpang dari garis lurus," tambahnya. (RM)