Takut Diadili, Mantan Perdana Menteri Irak Melarikan Diri ke UEA
https://parstoday.ir/id/news/west_asia-i137200-takut_diadili_mantan_perdana_menteri_irak_melarikan_diri_ke_uea
Perwakilan koalisi Al-Fath di parlemen Irak mengumumkan bahwa Mustafa Al-Kadhimi, mantan perdana menteri Irak melarikan diri ke Uni Emirat Arab, karena takut diadili.
(last modified 2026-03-03T08:52:08+00:00 )
Jan 09, 2023 09:41 Asia/Jakarta
  • Takut Diadili, Mantan Perdana Menteri Irak Melarikan Diri ke UEA

Perwakilan koalisi Al-Fath di parlemen Irak mengumumkan bahwa Mustafa Al-Kadhimi, mantan perdana menteri Irak melarikan diri ke Uni Emirat Arab, karena takut diadili.

Situs Ronahi mengutip statemen Ali Turki Al-Jamali, salah satu deputi koalisi Al-Fath di Parlemen Irak hari Minggu (8/1/2023) mengatakan, Mustafa Al-Kadhimi, mantan perdana menteri Irak, melarikan diri dari Irak lebih dari tiga pekan lalu untuk menghindari penuntutan karena pengaduan yang diajukan terhadapnya.

"Ada kemungkinan surat perintah penangkapan akan dikeluarkan untuknya dalam kasus yang diangkat, termasuk kasus pembunuhan. komandan perlawanan di bandara Bagdad," ujar Al Jamali.

Menurut Al-Jamali, meskipun banyak intervensi Amerika Serikat untuk mencegah penuntutan kasus pembunuhan Syahid Soleimani, tapi ada kebutuhan mendesak bagi parlemen Irak untuk mengambil tindakan praktis guna menindaklanjuti kejahatan yang dilakukan terhadap para komandan perlawanan.

Pada saat yang sama, Salam Hossein, salah satu anggota koalisi Fatah Irak, juga mengungkapkan adanya gerakan nyata pemerintah negara ini untuk membalas semua pihak yang terlibat dalam kasus pembunuhan para komandan perlawanan

"Pemerintah Irak wajib mengambil langkah pertama dalam melaksanakan resolusi parlemen untuk mengusir pasukan Amerika, kemudian dilanjutkan dengan mengungkap nama-nama semua pelaku kejahatan ini agar balas dendam mereka terbalaskan," tegasnya.

Letnan Jenderal Qassem Soleimani, mantan komandan Pasukan Qods Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) bersama Abu Mahdi Al-Muhandis, Wakil Komandan Al-Hashd al-Shaabi dan delapan orang lainnya gugur pada 3 Januari 2020 dalam serangan udara agresor Amerika di dekat bandara Baghdad. Padahal Letjen Soleimani ketika itu diundang sebagai tamu kenegaraan perdana menteri Irak.(PH)