Media Zionis Akui Israel Tidak Berdaya Hadapi Hizbullah
https://parstoday.ir/id/news/west_asia-i149218-media_zionis_akui_israel_tidak_berdaya_hadapi_hizbullah
Media Zionis mengumumkan bahwa Hizbullah telah meningkatkan kemampuannya selama tujuh belas tahun terakhir dan ini dianggap sebagai kekalahan terbesar bagi Israel.
(last modified 2026-03-03T08:52:08+00:00 )
Jul 09, 2023 09:40 Asia/Jakarta
  • Media Zionis Akui Israel Tidak Berdaya Hadapi Hizbullah

Media Zionis mengumumkan bahwa Hizbullah telah meningkatkan kemampuannya selama tujuh belas tahun terakhir dan ini dianggap sebagai kekalahan terbesar bagi Israel.

Media Zionis hari Sabtu (8/7/20230 menyatakan bahwa kekalahan terbesar Israel di Lebanon adalah setelah 17 tahun perang 33 hari, karena kekuatan Hizbullah meningkat dari hari ke hari, dan tidak ada yang mampu menghentikan kekuatannya.

Perang 33 hari antara tentara Israel dan pasukan Hizbullah Lebanon dimulai pada Juli 2006 dan berakhir pada 14 Agustus di tahun yang sama dengan kemenangan Hizbullah. 

Dalam perang 33 hari dengan Lebanon, rezim Zionis mundur dari perang ini setelah mengalami kekalahan dan kerugian besar.

Yossi Yehoshua, analis militer surat kabar Yedioth Aharonoth melaporkan, terlepas dari kenyataan banyak tentara Israel percaya bahwa Hizbullah tidak ingin memulai perang, tapi jelas bagi semua orang bahwa hari ini kita berada di posisi tertinggi kemungkinan terjadinya konflik dengan Hizbullah.

Menurut analis militer rezim Zionis ini, saat ini kita berada dalam situasi perang yang paling mungkin terjadi sejak tahun 2006. 

Dinas intelijen militer juga telah mengumumkan masalah ini, dan mereka percaya bahwa ini disebabkan oleh berbagai alasan, termasuk hubungan yang lemah antara Israel dan Washington serta masalah internal perpecahan di Israel, yang Kemungkinannya jauh lebih tinggi.

Pakar militer rezim Zionis ini mengakui bahwa Israel berada dalam situasi yang sangat kritis, namun saat ini belum siap untuk berperang dengan Hizbullah.

Sayid Hassan Nasrullah, Sekretaris Jenderal Hizbullah Lebanon pada akhir tahun 2020 menekankan bahwa jumlah rudal berpemandu perlawanan telah berlipat ganda dari tahun sebelumnya, dan kami dapat secara akurat menghantam target apa pun di sepanjang wilayah pendudukan.(PH)