Khawatirkan Pembalasan Iran, Rezim Zionis Tutup 28 Kantor Diplomatiknya
https://parstoday.ir/id/news/west_asia-i164220-khawatirkan_pembalasan_iran_rezim_zionis_tutup_28_kantor_diplomatiknya
Surat kabar Yedioth Aharonoth melaporkan sebanyak 28 misi diplomatik Israel di seluruh dunia telah ditutup karena takut akan pembalasan Iran atas penyerangan konsulatnya di Suriah.
(last modified 2026-03-03T08:52:08+00:00 )
Apr 06, 2024 07:51 Asia/Jakarta
  • Khawatirkan Pembalasan Iran, Rezim Zionis Tutup 28 Kantor Diplomatiknya

Surat kabar Yedioth Aharonoth melaporkan sebanyak 28 misi diplomatik Israel di seluruh dunia telah ditutup karena takut akan pembalasan Iran atas penyerangan konsulatnya di Suriah.

Pada Senin,1 April 2024, militer rezim Zionis melancarkan serangan rudal menargetkan bagian konsuler Kedutaan Besar Iran di Damaskus.

Agresi ini menyebabkan tiga belas orang, termasuk tujuh anggota pasukan diplomatik Iran gugur.

Kanal 12 televisi rezim Zionis melaporkan, Ancaman Pemimpin Besar Revolusi Islam terhadap Israel dan penekanannya bahwa "Rezim jahat akan dihukum oleh tangan orang-orang pemberani kami dan kami akan membuat mereka menyesali kejahatan ini dan kejahatan serupa", mencipatakan keadaan kewaspadaan maksimum aparat keamanan Israel karena takut akan pembalasan Iran.

Rezim Zionis juga memerintahkan para diplomatiknya di berbagai negara di dunia untuk tidak meninggalkan rumah mereka.

Sementara itu, kanal 12 rezim Zionis mengutip Amos Yadlin, mantan kepala departemen kontra-intelijen tentara Israel, yang mengatakan, "Saya tidak akan terkejut jika Iran menembakkan rudal langsung ke Israel."

“Ada kemungkinan Hizbullah menerima perintah untuk memulai perang pada hari Jumat terakhir Ramadhan,” ujar Yadlin.

Surat kabar berbahasa Ibrani, Ma'ariv juga menulis, "Angkatan Udara Israel bersiaga untuk menghadapi kemungkinan reaksi Iran dalam waktu dekat,".

Alon Ben David, analis militer dari kanal 13, juga mengatakan,"Israel telah menyadari bahwa Iran lebih bertekad untuk merespons kali ini dibandingkan sebelumnya."(PH)