May 08, 2024 20:50 Asia/Jakarta
  • pintu penyeberangan Rafah
    pintu penyeberangan Rafah

Kelompok-kelompok perlawanan Palestina, mengumumkan penolakan tegas untuk menyerahkan pengelolaan pintu penyeberangan Rafah, ke perusahaan Amerika Serikat atau pihak asing lain.

Komite Penanganan urusan Pasukan Nasional dan Islam Palestina, sebagai perwakilan kelompok-kelompok Palestina, Rabu (8/5/2024) merespons pemberitaan media terkait penyerahan pintu penyeberangan Rafah, ke salah satu perusahaan AS.
 
"Terlepas dari benar atau tidaknya berita itu, kelompok-kelompok Palestina, tidak akan pernah menerima segala bentuk penyerahan mandat apa pun terkait penyeberangan Rafah, kepada pihak mana pun, dan menganggapnya sebagai pendudukan," ujarnya.
 
Komite ini selanjutnya meminta Liga Arab, dan seluruh negara Arab serta Islam, terutama Mesir, untuk menolak segala bentuk proyek yang melanggar kedaulatan Palestina dan Mesir, di penyeberangan Rafah.
 
Pasukan Israel, memulai serangan luas ke Rafah, sehari yang lalu, dan menduduki pintu penyeberangan Rafah, sehingga mencegah warga Palestina, yang hendak berobat keluar Gaza, dari penyeberangan itu, dan mencegah truk-truk bantuan kemanusiaan masuk ke Gaza.
 
Hussein Al Sheikh, anggota Komite Eksekutif, Organisasi Pembebasan Palestina, PLO, mengumumkan, "Kami menentang segala bentuk penyerahan mandat penyeberangan Rafah, dan upaya melanggar kedaulatan Palestina, dengan partisipasi saudara-saudara kami di Mesir." (HS)

Tags