Mengapa Otoritas Palestina Mengintensifkan Penangkapan Politik?
https://parstoday.ir/id/news/west_asia-i181232-mengapa_otoritas_palestina_mengintensifkan_penangkapan_politik
Pars Today - Langkah Otoritas Palestina untuk mengintensifkan penangkapan politik di Tepi Barat telah menuai reaksi dan kekhawatiran dari warga Palestina tentang konsekuensi dari langkah tersebut.
(last modified 2025-11-29T03:50:57+00:00 )
Nov 29, 2025 10:48 Asia/Jakarta
  • Pasukan keamanan Ototitas Palestina menangkap warga Palestina
    Pasukan keamanan Ototitas Palestina menangkap warga Palestina

Pars Today - Langkah Otoritas Palestina untuk mengintensifkan penangkapan politik di Tepi Barat telah menuai reaksi dan kekhawatiran dari warga Palestina tentang konsekuensi dari langkah tersebut.

Dalam beberapa hari terakhir, Otoritas Palestina telah mengintensifkan penangkapan aktivis, mahasiswa, dan bahkan tahanan yang dibebaskan di Tepi Barat, termasuk di Al-Khalil. Langkah ini dilakukan di tengah berlanjutnya serangan dan kejahatan rezim Israel terhadap warga Palestina.

Dalam situasi seperti ini, pertanyaannya adalah mengapa Otoritas Palestina bergerak ke arah ini?

Tampaknya salah satu alasan utama langkah Otoritas Palestina tersebut terkait dengan kerja sama keamanan organisasi ini dengan rezim Zionis Israel.

Kerja sama keamanan antara Otoritas Palestina dan rezim Israel telah terjalin selama bertahun-tahun dan kini telah meningkat. Laporan menunjukkan bahwa Otoritas Palestina telah mengambil tindakan berkoordinasi dengan rezim Israel untuk menangkap aktivis, mahasiswa, dan bahkan tahanan yang dibebaskan. Kebijakan ini dianggap sebagai bagian dari kerja sama keamanan untuk membendung kelompok-kelompok perlawanan di Tepi Barat.

Alasan lain di balik tindakan Otoritas Palestina tersebut adalah upaya Otoritas Palestina untuk mempertahankan dominasi politiknya atas kelompok-kelompok perlawanan dan gerakan politik Palestina dengan penangkapan-penangkapan ini. Beberapa analis Palestina berpendapat bahwa penargetan mahasiswa dan aktivis politik, terutama di kota-kota seperti Al-Khalil, merupakan upaya untuk membendung perluasan pengaruh Gerakan Perlawanan Islam Palestina (Hamas) dan Jihad Islam di Tepi Barat.

Faktor ketiga dalam hal ini juga terkait dengan tekanan eksternal. Beberapa analis menganggap tindakan-tindakan ini merupakan hasil tekanan AS dan Israel untuk mencegah intifada baru atau perluasan perlawanan. Oleh karena itu, kelompok-kelompok perlawanan seperti Hamas dan aktivis politik menganggap tindakan organisasi tersebut sebagai "keberpihakan kepada penjajah" dan "tikaman dari belakang" terhadap proyek nasional Palestina.

Intensifikasi penangkapan politik oleh Otoritas Palestina telah diiringi oleh reaksi dari Palestina. Gerakan Hamas menyebut penangkapan para pejuang Palestina oleh pasukan keamanan Otoritas Palestina sebagai "pelanggaran berbahaya" dan "pukulan bagi tatanan nasional" serta menyerukan penghentian segera tindakan-tindakan tersebut.

Para aktivis di Al-Khalil juga menggambarkan penangkapan ini sebagai "tikaman dari belakang" dan upaya untuk meredam kesadaran politik dan perlawanan rakyat. Kelompok-kelompok perlawanan Palestina juga memandang tindakan ini sebagai tanda koordinasi penuh Otoritas Palestina dengan Israel dan pengkhianatan terhadap perjuangan Palestina. Keberpihakan Otoritas Palestina dengan rezim Zionis dapat berdampak penting bagi Palestina.

Tindakan ini akan memperlebar jurang perpecahan internal di antara warga Palestina. Sementara itu, penangkapan politik oleh Otoritas Palestina bukan hanya tidak memperkuat keamanan internal Palestina dan tidak mengarah pada penguatan dominasi politik Otoritas Palestina, tetapi juga akan memperburuk krisis legitimasi Otoritas Palestina dan memperparah fragmentasi warga Palestina. Hal ini juga dianggap sebagai salah satu tujuan penting rezim Zionis terhadap Palestina.

Faktanya, rezim Zionis tidak menoleransi segala bentuk persatuan dan konsensus di antara warga Palestina dan menganggapnya tidak sejalan dengan kepentingannya. Selain itu, salah satu konsekuensi terpenting dari tindakan Otoritas Palestina adalah rezim Zionis akan meningkatkan serangan terhadap warga Palestina, termasuk di Tepi Barat.(sl)