Gencatan Senjata Ambigu, Israel Mengungkap Klausul Tersembunyi
-
Perlintasan Rafah
Pars Today - Rezim Zionis Israel telah memicu protes dari negara-negara Arab dengan mengumumkan pintu keluar satu arah dari Rafah dan menyuarakan kekhawatiran akan pengosongan Gaza dari warga Palestina.
Memanfaatkan interpretasi rencana Trump, Zionis Israel mengumumkan pada hari Rabu (03/12/2025) bahwa mereka akan membuka kembali penyeberangan Rafah dalam beberapa hari mendatang, sesuai dengan perjanjian gencatan senjata Oktober dengan Hamas, tetapi hanya secara sepihak agar warga Palestina dapat meninggalkan Gaza tanpa kembali!
Sementara itu, pemerintah Mesir membantah telah berkoordinasi dengan Israel terkait pembukaan kembali perlintasan itu.
Negara-negara Arab dan Islam juga menentang rencana Israel untuk membuka kembali Rafah secara sepihak.
Menurut laporan Pars Today mengutip CGTN yang mengatakan, Para menteri luar negeri dari beberapa negara Arab dan Islam menyatakan keprihatinan pada hari Jumat (05/12) atas pernyataan Israel baru-baru ini bahwa penyeberangan Rafah hanya akan dibuka satu arah untuk memindahkan penduduk Gaza ke Mesir.
CGTN menambahkan, Para menteri dari UEA, Mesir, Yordania, Indonesia, Pakistan, Turki, Arab Saudi, dan Qatar menolak segala upaya penggusuran paksa warga Palestina dalam sebuah pernyataan bersama.(sl)