Berapa Ribu Pelajar Palestina yang telah Dibunuh Israel pada tahun 2025?
https://parstoday.ir/id/news/west_asia-i183370-berapa_ribu_pelajar_palestina_yang_telah_dibunuh_israel_pada_tahun_2025
Pars Today – Kementerian Pendidikan Palestina mengonfirmasi gugurnya lebih dari 7000 pelajar Palestina oleh rezim Zionis Israel di tahun 2025.
(last modified 2026-01-01T11:18:54+00:00 )
Jan 01, 2026 18:16 Asia/Jakarta
  • Berapa Ribu Pelajar Palestina yang telah Dibunuh Israel pada tahun 2025?

Pars Today – Kementerian Pendidikan Palestina mengonfirmasi gugurnya lebih dari 7000 pelajar Palestina oleh rezim Zionis Israel di tahun 2025.

Rezim Zionis pada 7 Oktober 2023 melancarkan perang terhadap Jalur Gaza dengan dua tujuan utama: menghancurkan Gerakan Perlawanan Islam Palestina Hamas dan mengembalikan tawanan Zionis dari wilayah tersebut. Namun, rezim itu gagal mencapai tujuan tersebut dan terpaksa menyetujui kesepakatan dengan Hamas untuk pertukaran tawanan.

 

Menurut laporan Pars Today, Kementerian Pendidikan dan Pendidikan Tinggi Palestina menyatakan bahwa sejak awal tahun 2025 hingga kini, akibat serangan pasukan pendudukan terhadap Jalur Gaza dan Tepi Barat Sungai Yordan, sebanyak 7.488 pelajar telah gugur dan 10.557 lainnya terluka.

 

Berdasarkan laporan tersebut, jumlah korban terbesar berasal dari Jalur Gaza, sementara di Tepi Barat Sungai Yordan tercatat 38 pelajar gugur dan 324 lainnya ditangkap oleh pasukan militer rezim.

 

Data ini menunjukkan dimensi tragis dari agresi terhadap sistem pendidikan serta penargetan yang terencana terhadap sekolah dan universitas Palestina.

 

Selain para pelajar Palestina, tenaga pendidik juga menjadi target serangan; hingga kini tercatat 415 guru dan pegawai administrasi di Jalur Gaza dan Tepi Barat Sungai Yordan telah gugur, 912 orang terluka, dan lebih dari 48 orang di Tepi Barat ditangkap.

 

Dalam bagian lain laporan tersebut disebutkan bahwa pada tahun 2025, tentara pendudukan secara sengaja menyerang pusat-pusat pendidikan tinggi, termasuk Universitas Birzeit, Universitas Al-Quds, Universitas Hebron, dan Politeknik Palestina.

 

Selain itu, sejumlah sekolah yang dikenal sebagai “Sekolah Keteguhan” (Tahaddi), antara lain Sekolah Shalal al-Auja, Khillet Amira, Badu al-Ka’abneh, Khillet al-Dhib, dan Yanun, juga tidak luput dari penghancuran dan serangan militer, serta menjadi sasaran agresi. (MF)