Sekjen Hizbullah: AS Ingin Mendominasi dan Merampat Sumber Daya Bangsa-Bangsa
-
Sheikh Naim Qassem, Sekretaris Jenderal Hizbullah Lebanon
Pars Today - Sekretaris Jenderal Hizbullah Lebanon menganggap upaya Presiden Amerika Serikat Donald Trump baru-baru ini untuk melemahkan Republik Islam Iran sebagai kegagalan.
Sheikh Naim Qassem, Sekretaris Jenderal Hizbullah Lebanon mengatakan pada hari Sabtu (17/01/2026) dalam sebuah acara memperingati hari pengutusan Nabi Muhammad Saw, "Presiden AS Donald Trump mencoba untuk merampas kekayaan dunia dan melemahkan Iran dengan menciptakan kekacauan dan menggunakan agen mata-mata rezim Zionis (Mossad), tetapi bangsa Iran yang besar mendukung Republik Islam dengan jutaan rakyatnya, dan upaya Presiden AS baru-baru ini untuk melemahkan Republik Islam Iran telah gagal."
Sheikh Naim Qassem menambahkan, "Upaya untuk melemahkan Republik Islam telah ada sejak pendiriannya pada tahun 1979, dan musuh telah memasukkan berbagai metode dalam agenda mereka. Metode-metode ini berkisar dari pemberlakuan sanksi dan tekanan ekonomi hingga penyalahgunaan protes damai yang disebabkan oleh tantangan ekonomi untuk menciptakan kekacauan dan keresahan, serta mendukung tentara bayaran Mossad dan Amerika Serikat dengan tujuan mengubah persamaan Iran yang tangguh."
Merujuk pada respons kuat rakyat terhadap hasutan ini dan kehadiran jutaan warga Iran di jalanan untuk mendukung Republik Islam, Sekjen Hizbullah mengatakan, "Kehadiran ini mencerminkan persatuan bangsa Iran dan penentangannya terhadap upaya campur tangan asing dan sabotase internal."
Sekretaris Jenderal Hizbullah Lebanon mencatat, "Republik Islam Iran adalah model kemandirian sejati yang telah mengandalkan kemampuan bawaan anak-anaknya selama lebih dari empat dekade dan telah memberikan dukungan luas kepada perlawanan mulia di kawasan ini, terutama dalam menghadapi pendudukan Israel."
"Tidak satu pun dukungan dan tindakan provokatif Trump dan kaki tangannya akan mampu mengubah wajah Iran yang tangguh atau melemahkan tekadnya," tegas Sheikh Naim Qassem.
Menekankan dukungan penuh Hizbullah untuk Iran, ia berkata, "Kami mendukung dan membela bangsa, kepemimpinan, dan Revolusi Islam Iran, dan kami memiliki keyakinan teguh bahwa negara ini teguh dan kokoh."
Merujuk pada upaya Trump untuk campur tangan di semua wilayah dunia untuk menjarah harta benda, minyak, dan sumber daya bangsa-bangsa, Sekretaris Jenderal Hizbullah menambahkan, "Amerika tidak berupaya untuk memperluas demokrasi, tetapi lebih untuk memaksakan kendali penuh atas kapasitas ekonomi dan politik negara-negara, bersamaan dengan dukungan terus-menerus untuk rezim Israel untuk ekspansionisme di kawasan."(sl)