Hizbullah: Tujuan Musuh Melucuti Perlawanan adalah Kuasai Lebanon
https://parstoday.ir/id/news/west_asia-i185974-hizbullah_tujuan_musuh_melucuti_perlawanan_adalah_kuasai_lebanon
ParsToday – Seorang petinggi Hizbullah mengkritik sikap pasif pemerintah Lebanon, dan menegaskan bahwa memberikan konsesi hanya akan membuat Zionis semakin berani.
(last modified 2026-02-23T07:07:09+00:00 )
Feb 23, 2026 14:03 Asia/Jakarta
  • Ali Fayyad, petinggi Fraksi Loyalitas Perlawanan di parlemen Lebanon,
    Ali Fayyad, petinggi Fraksi Loyalitas Perlawanan di parlemen Lebanon,

ParsToday – Seorang petinggi Hizbullah mengkritik sikap pasif pemerintah Lebanon, dan menegaskan bahwa memberikan konsesi hanya akan membuat Zionis semakin berani.

Melaporkan dari kantor berita Tasnim, Senin, 23 Februari 2026, Ali Fayyad, petinggi Fraksi Loyalitas Perlawanan di parlemen Lebanon, dalam pernyataannya merespons agresi brutal rezim Zionis yang terus berlanjut dan meluas. Serangan Jumat malam di Lebanon timur dan selatan menewaskan puluhan warga dan melukai lainnya.

Fayyad menegaskan, yang lebih berbahaya dari agresi ini adalah pernyataan rezim pendudukan bahwa mereka berniat mempertahankan wilayah pendudukan di Lebanon sebagai zona aman, dan juga ingin mempertahankan zona aman di dalam wilayah Suriah.

Rencana ini, menurutnya, sangat berbahaya. Tekanan untuk melucuti senjata perlawanan bukanlah pendahuluan penarikan pasukan Zionis dari Lebanon, melainkan langkah untuk mengkonsolidasikan pendudukan di tanah Lebanon.

Musuh ingin senjata perlawanan di Lebanon dimusnahkan agar mereka bisa terus menjajah dan melanggar kedaulatan Lebanon. Dengan begitu, mereka bisa menargetkan apa pun di negara kita kapan pun mereka mau, dan memaksakan kesepakatan keamanan yang berujung pada normalisasi hubungan.

Fayyad mempertanyakan apa yang akan diperoleh Lebanon dari semua ini. Jelas tidak ada, baik keamanan, kedaulatan, stabilitas, maupun kepulangan warga desa perbatasan ke rumah mereka. Jalur negosiasi yang ditempuh pemerintah Lebanon saat ini, di bawah naungan Israel dan Amerika, menjadi tidak berarti.

Pembantaian brutal di Bekaa adalah puncak agresi Zionis dan menghadapkan Lebanon pada kenyataan yang harus ditangani secara bertanggung jawab. Situasi ini tidak bisa dibiarkan berlanjut, seolah-olah ini adalah kondisi normal.

Ia menyerukan evaluasi ulang sikap Lebanon secara keseluruhan. Pernyataan-pernyataan kecaman tidak ada artinya, pertemuan komite mekanisme pengawas gencatan senjata sia-sia, dan kebijakan konsesi hanya akan membuat Zionis semakin berani.

Pernyataan Zionis tentang keinginan mereka bertahan di tanah Lebanon, terus membunuh pemuda, dan menghancurkan mata pencaharian rakyat, adalah justifikasi kuat bagi hak rakyat Lebanon untuk melawan demi mempertahankan diri dan tanah mereka. Terlebih, pilihan dan harapan lain telah gagal.(sl)