Nasrullah: Hubungan Iran dan Front Perlawanan Harus Diperkuat
Sekretaris Jenderal Hizbullah, Lebanon mengatakan, hubungan budaya dan akidah antara Republik Islam Iran dan front perlawanan harus lebih diperkuat.
Sayid Hassan Nasrullah, (18/2) dalam pertemuan dengan Hujatulislam Ali Mohammadi, Wakil Wali Fakih yang juga Kepala Badan Wakaf dan Amal Iran di Beirut menuturkan, hubungan budaya dan akidah harus selalu terjalin di front perlawanan secara kontinu, karena itu menjga eksistensi para pejuang.
Hujatulislam Mohammadi dalam kesempatan itu menyampaikan laporan terkait pertemuannya dengan petinggi Suriah dan Lebanon.
Mohammadi menambahkan, dalam lawatannya ke Lebanon ia juga bertemu dengan Syeikh Abdel Latif Derian, Mufti Agung negara itu.
Syeikh Derian, Mufti Agung Lebanon kepada Mohammadi menyampaikan terimakasih atas sikap Iran dalam menjaga persatuan Umat Islam dan berharap Lebanon bisa menjalin hubungan yang lebih erat dengan Republik Islam di berbagai bidang.
Menurut Hujatulislam Mohammadi, kebijakan Iran di kawasan dan dunia adalah menjaga persatuan.
"Imam Khomeini dan Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran (Rahbar) adalah para penyeru persatuan Umat Islam dan menganggap segala bentuk konflik di antara umat Islam dan penghinaan terhadap kesucian Islam, sejalan dengan tujuan musuh-musuh Islam," paparnya.
Kepala Badan Wakaf dan Amal Iran juga menyinggung bahaya para teroris Takfiri yang mengancam persatuan Umat Islam dan menekankan upaya memerangi gerakan menyimpang dan ekstremisme Takfiri. (HS)