Hizbullah: Senjata Saudi, Bahaya Nyata bagi Lebanon
Wakil Ketua Dewan Eksekutif Hizbullah, Lebanon mengatakan, senjata Arab Saudi yang diberikan kepada para teroris Takfiri di Suriah, membahayakan stabilitas Lebanon.
Mehr News (22/2) mengutip stasiun televisi El Nashra melaporkan, Syeikh Nabil Kaouk mengaku terkejut atas langkah Saudi memutus bantuan senjata untuk Lebanon.
Ia menuturkan, bagaimana mungkin senjata-senjata Saudi dengan cepat beralih ke tangan para teroris di Suriah, namun rezim Al Saud tidak memberikannya kepada Lebanon untuk membantu militer negara ini.
Syeikh Kaouk menambahkan, jika militer Lebanon berperang melawan Hizbullah, dalam kerangka ambisi Al Saud, dapat dipastikan senjata rezim itu secepat kilat sampai ke tangan militer Lebanon sama seperti kelompok teroris di Suriah.
Menurutnya, Saudi dengan uang dan pengaruhnya, bisa membeli keputusan dan kehendak sejumlah banyak negara besar dunia, namun mereka tidak bisa mengubah identitas militer dan rakyat Lebanon serta posisi strategis mereka.
Wakil Ketua Dewan Eksekutif Hizbullah juga menyinggung manuver militer "Raad Al Shumal".
Ia menjelaskan, rezim Zionis Israel hari ini ketakutan atas perimbangan dan langkah-langkah mengejutkan Hizbullah, namun sama sekali tidak cemas dengan manuver Raad Al Shumal, Saudi, pasalnya mereka tahu langkah Riyadh itu sejalan dengan keinginan Israel.
Saudi membatalkan bantuan dana untuk milier Lebanon guna membeli perlengkapan militer dan senjata-senjata canggih Barat, karena targetnya di negara ini tidak tercapai setelah dua tahun. (HS)