Daesh Paksa Warga Mosul Hadang Tank-tank Pasukan Irak
Kelompok teroris Daesh memanfaatkan warga Mosul, Utara Irak untuk menghambat pergerakan pasukan Irak di kota itu.
Stasiun televisi Alalam (30/10) melaporkan, sejumlah warga Mosul yang berhasil melarikan diri, kepada surat kabar Inggris, The Independent mengabarkan aksi anasir-anasir teroris Daesh yang menggunakan mereka sebagai tameng hidup untuk menghambat pergerakan cepat pasukan Irak. Para teroris, katanya, memaksa warga untuk menghadang tank-tank dan jika berusaha lari, akan dibunuh.
Anasir-anasir teroris Daesh juga menyandera warga sipil di beberapa distrik dan desa di Mosul untuk mencegah serangan pasukan Irak.
Selain tidak bisa melarikan diri karena dihalangi teroris, warga Mosul juga harus berhadapan dengan kematian karena menghirup gas beracun yang muncul dari sumur-sumur minyak dan pabrik-pabrik belerang yang dibakar Daesh.
Kelompok teroris Daesh sebelum mundur dari wilayah-wilayah di Mosul, membakar sumur-sumur minyak dan pabrik-pabrik belerang yang ada di kota itu.
Menurut keterangan Komisaris tinggi Dewan Hak Asasi Manusia PBB, Daesh menyandera puluhan ribu warga Irak untuk dijadikan perisai hidup di Mosul. (HS)