Pejabat PBB: Intervensi Asing, Penyebab Utama Krisis Suriah
Wakil Sekretaris Eksekutif Komisi Ekonomi dan Sosial PBB untuk Asia Barat (ESCWA), Abdullah al-Dardari menyebut intervensi asing sebagai penyebab utama krisis di Suriah dan kawasan.
Seperti dilaporkan televisi Russia Today, Selasa (15/11/2016), al-Dardari mengatakan, ekonomi Suriah stabil sebelum perang dan angka kemiskinan dan pengangguran menurun, tapi negara-negara asing telah menciptakan krisis besar di Suriah lewat intervensi mereka demi mengejar tujuan tertentu.
"Dengan mencermati situasi krisis di Suriah, maka tidak dapat diprediksi kapan perang di sana akan berakhir. Namun kegiatan rekonstruksi Suriah tampaknya bisa dimulai di tahun 2017," tambahnya.
Pejabat PBB ini lebih lanjut menegaskan bahwa rekonstruksi Suriah membutuhkan perencanaan, legalitas hukum, persatuan nasional, kesepakatan antara kelompok-kelompok Suriah dan konsensus internasional.
Pasca perang, ujar al-Dardari, pemerintah Suriah harus memperluas interaksinya dengan pihak-pihak regional dan internasional, karena jika sistem politik yang komprehensif tidak tercipta di Suriah, maka investasi tidak bisa dilakukan untuk kegiatan pembangunan.
"Rekonstruksi Suriah adalah sebuah aksi global dan semua negara harus terlibat dalam investasi," pungkasnya. (RM)