Hamas Ajak Fatah Akhiri Konflik Internal Palestina
Gerakan Muqawama Islam Palestina (Hamas) menekankan penyelesaian konflik internal dan pengembalian persatuan dan kesatuan di antara rakyat Palestina.
Seperti dilansir Pusat Informasi Palestina, Selasa (22/11/2016), Hazem Kassem, salah satu anggota Hamas dalam wawancara dengan kantor berita pemerintah Palestina, al-Rai meminta Gerakan Fatah dan para pemimpinnya untuk berusaha mengakhiri konflik internal demi mengembalikan persatuan dan kesatuan Palestina.
Permintaan itu dilontarkan Kassem kepada Gerakan Fatah menyusul posisi sensitif Palestina di bawah bayangan kebijakan rasis rezim Zionis Israel dan transformasi regional dan internasional.
Kassem lebih lanjut membantah berita tentang penerimaan undangan resmi dari Gerakan Fatah untuk berpartisipasi dalam acara pembukaan Kongres Ketujuh gerakan ini di Ramallah.
Ia mengatakan, jika Hamas menerima surat undangan untuk menghadiri kongres tersebut, maka gerakan ini akan mengevaluasinya dan mengambil keputusan yang tepat.
Kongres Ketujuh Gerakan Fatah akan digelar pada akhir bulan November 2016 di kota Ramallah.
Kesepakatan Rekonsiliasi Nasional antara Hamas dan Fatah ditandatangani pada April 2014 melalui mediasi Qatar dan Mesir.
Dalam kesepakatan ini ditegaskan tentang pembentukan Pemerintah Persatuan Nasional Palestina, penyelenggaraan secara bersamaan pemilu Dewan Legislatif, Ketua Otorita Ramallah dan pemilu Majelis Nasional Palestina.
Hamas menekankan realisasi Rekonsiliasi Nasional untuk mengakhiri konflik politik internal dan mencegah tindakan sepihak Fatah dalam keputusan nasional.
Pemerintah Persatuan Nasional pada awal Juni 2014 telah dilantik di hadapan Pemimpin Otorita Ramallah, namun karena perselisihan politik antara Hamas dan Fatah, pemerintahan ini gagal melanjalankan tugas dan misinya di Jalur Gaza. (RA)