Al-Amiri: Jalur Penyelamatan Daesh dari Mosul-Raqqa Terputus
Sekretaris Organisasi Badr Irak mengatakan, garis pasukan Peshmerga Kurdistan Irak dan pasukan relawan negara ini di timur Sinjar, Provinsi Nineveh telah terhubung dan bersatu sehingga jalur penyelamatan Daesh terputus.
Hadi al-Amiri mengatakan hal itu dalam wawancara dengan wartawan, Rabu (23/11/2016).
Ia menambahkan, pada hari Rabu, pasukan relawan Irak dan Peshmerga Kurdi saling bahu-membahu dan setelah kekalahan kelompok teroris Daesh (ISIS), garis kedua pasukan ini menyatu sehingga jalur bantuan dan penyelamatan Daesh dari Mosul Irak ke Raqqa Suriah sepenuhnya terputus.
"Semua rakyat Irak saling bergandengan tangan untuk melanjutkan peperangan hingga wilayah negara mereka sepenuhnya terbebas dari pendudukan Daesh," ujarnya.
Bersamaan dengan kemajuan cepat militer dan pasukan relawan Irak di Mosul dan semakin sempitnya ruang gerak teroris Daesh, para pemimpin kelompok teroris Takfiri ini meminta anasir-anasirnya untuk meninggalkan Mosul.
Operasi pembebasan kota Mosul dari pendudukan kelompok teroris Daesh dimulai pada Senin diri hari, 17 Oktober 2016 atas instruksi Haider al-Abadi, Perdana Menteri Irak yang sekaligus sebagai Panglima Angkatan Bersenjata negara ini.
Sekitar 60.000 pasukan militer dan polisi Irak bersama dengan pasukan relawan dan Peshmerga Kurdi berpartisipasi dalam operasi ini.
Daesh menyerang dan menduduki kota Mosul –kota terbesar kedua Irak– di pusat Provinsi Nineveh pada tanggal 10 Juni 2014. (RA)