Hamas Tekankan Implementasi Rekonsiliasi Nasional Palestina
Khalil al-Hayya, anggota Biro Politik Gerakan Perlawanan Islam Palestina (Hamas) mengatakan, gerakan ini ini siap menjalankan kesepakatan rekonsiliasi dan partisipasi nasional serta persatuan seluruh kubu Palestina.
Seperti diwartakan Pusat Informasi Palestina Selasa (6/12), Khalil al-Hayya bertepatan dengan peringatan pembentukan Hamas ke 29 menekankan pentingnya dimulai dialog menyeluruh nasional antar kubu Palestina untuk melaksanakan program politik bersatu.
Al-Hayya menuntut program muqawama dipertahankan dan tidak mengabaikan prinsip nasional Palestina. Ia mengatakan, langkah ini membutuhkan tekad praktis guna menjalankan program tersebut.
Anggota Biro Politik Hamas mengkritik pencantuman isu distrik Zionis di agenda Kongres ketujuh Fatah dan menambahkan, jika kebijakan ilegal rezim Zionis di bumi pendudukan Tepi Barat diberlakukan, maka tidak akan tersisa tanah bagi bangsa Palestina di wilayah ini.
Ia juga menyatakan komitmen Hamas terhadap janjinya untuk membebaskan seluruh tawanan Palestina dan melanjutkan muqawama anti rezim Zionis hingga terusirnya Israel dari bumi pendudukan serta pemulangan para pengungsi Palestina.
Hamas dibentuk oleh Sheikh Ahmad Yassin pada 14 Desember 1987. (MF)