Presiden Lebanon Kritik Pemanfaatan Teroris untuk Meraih Kepentingan
https://parstoday.ir/id/news/west_asia-i31219-presiden_lebanon_kritik_pemanfaatan_teroris_untuk_meraih_kepentingan
Presiden Lebanon mengatakan, sejumlah negara memanfaatkan para teroris untuk melayani kepantingan mereka dan memperkenalkan mereka sebagai revolusioner.
(last modified 2025-07-30T06:25:16+00:00 )
Jan 18, 2017 15:16 Asia/Jakarta
  • Presiden Lebanon Kritik Pemanfaatan Teroris untuk Meraih Kepentingan

Presiden Lebanon mengatakan, sejumlah negara memanfaatkan para teroris untuk melayani kepantingan mereka dan memperkenalkan mereka sebagai revolusioner.

Jenderal Michel Aoun mengungkapkan hal itu dalam pidatonya di hadapan para Duta Besar dan perwakilan berbagai negara di Beirut, ibukota Lebanon, Selasa (17/1/2017).

 

Pernyataan Presiden Lebanon tersebut dilontarkan ketika mengkritik sikap dan posisi negara-negara pengklaim pelindung Hak Asasi Manusia, namun hanya mengingat masalah ini ketika menguntungkan kepentingan mereka.

 

Ia juga mengkritik pengabaian terhadap isu Palestina dan membiarkan rakyat Palestina sendirian menghadapi penjajahan rezim Zionis Israel.

 

Menurut IRNA, para perwakilan berbagai negara dunia itu datang ke Beirut untuk menyampaikan selamat atas terpilihnya Aoun sebagai Presiden Lebanon ke-13.

 

Presiden baru Lebanon juga menyinggung krisis Suriah, dan mengatakan, Lebanon menyambut segala bentuk perencanaan dan inisiatif untuk solusi damai atas krisis Suriah.

 

Aoun menambahkan, kondisi Timur Tengah saat ini akibat kebijakan internasional, dan "pemadaman api" di kawasan ini adalah sangat penting, sebab "asap api" yang dikobarkan ini juga mengenai mata para pelakunya.

 

Presiden Lebanon lebih lanjut mengungkapkan tekadnya untuk menciptakan stabilitas keamanan, politik, ekonomi, sosial dan finansial negaranya sehingga rakyat Lebanon di manapun berada akan merasa puas dengan kondisi negaranya.

 

Michel Aoun terpilih sebagai Presiden baru Lebanon pada 31 Oktober 2016 setelah terjadi kevakuman jabatan ini selama 30 bulan.

 

Transformasi baru tersebut terjadi setelah tercapai kesepakatan di antara kelompok-kelompok politik di parlemen, terutama kerjasama Hizbullah dan al-Mustaqbal. (RA)