PBB Minta Otorita Ramallah Perhatikan Situasi Gaza
Utusan Khusus PBB untuk Timur Tengah, Nikolai Maldinov meminta pemerintah persatuan nasional Palestina agar melaksanakan program reformasi atau pemangkasan biaya secara adil antara Tepi Barat dan Jalur Gaza.
Pusat Info Palestina melaporkan, Maldinov dalam sebuah statemen hari Sabtu (8/4/2017) meminta pemerintah persatuan nasional Palestina untuk memperhatikan situasi sulit yang dihadapi warga Gaza akibat blokade.
"Orang-orang Gaza selama satu dekade lalu telah merasakan empat perang yang dilakukan Israel dan rezim Zionis juga membatasi kebebasan mereka," tambahnya.
Ia menegaskan bahwa Jalur Gaza adalah bagian yang tak terpisahkan dari bumi Palestina dan harus dilakukan upaya maksimal demi mewujudkan rekonsiliasi nasional yang nyata dan mengakhiri perpecahan internal.
Pejabat PBB ini menggarisbawahi bahwa para pejabat Palestina perlu memikul tanggung jawabnya untuk mencegah memburuknya situasi dan perpecahan lebih lanjut antara Gaza dan Tepi Barat, yang akan mencerai-beraikan bangsa Palestina.
Pemerintah Otorita Ramallah memangkas 30-50 persen dari gaji pegawainya di Jalur Gaza dengan alasan krisis finansial, sementara pegawai di Tepi Barat dikecualikan dari keputusan tersebut.
Ribuan pegawai di Gaza menggelar aksi untuk memprotes keputusan yang tidak adil itu. (RM)