Kondisi Palestina Menjelang Hari Quds Sedunia
-
Hari Quds Sedunia
23 Juni 2017 bertepatan dengan hari Jumat terakhir di bulan suci Ramadhan yang ditetapkan oleh Imam Khomeini, pendiri Republik Islam Iran sebagai Hari Quds Sedunia.
Tak diragukan lagi, Palestina dan bangsa ini adalah rakyat paling tertindas di sepanjang sejarah, karena rezim ilegal Israel menduduki tanah mereka, menciptakan masyarakat pengungsi terbesar di dunia, menyiksa warga pendudukan dengan siksaan paling brutal, memblokade Jalur Gaza selama 10 tahun dan memaksakan kondisi krisis serta menyedihkan kepada warga di kawasan tersebut, merusak rumah-rumah mereka dan membangun distrik Zionis di atas puing-puing rumah warga Palestina.
Pastinya kejahatan terhadap warga sebuah wilayah oleh rezim penjajah di sejarah kontemporer belum pernah terjadi. Mengingat kejahatan Israel dan ketertindasan bangsa Palestina, hari Jumat terakhir bulan suci Ramadhan ditetapkan oleh Imam Khomeini sebagai hari Quds Sedunia untuk mengingatkan ketertindasan warga Palestina dan menonjolkan kejahatan Israel.
Hari Jumat, warga Muslim di seluruh dunia memperingati hari Quds Sedunia dan untuk menunjukkan solidaritasnya kepada warga Palestina, mereka menggelar aksi demo anti Israel, ketika di satu sisi isu Palestina telah keluar dari isu utama dunia Islam dan terpinggirkan serta dari sisi lain, Israel masih tatap melanjutkan kejahatannya terhadap bangsa Palestina.
Palestina sempat menjadi kekhawatiran utama para pemimpin Arab, khususnya pemerintah yang mengklaim sebagai pemimpin dunia Arab. Di sisi lain, saat ini santer beredar berita mengenia pengokohan hubungan negara-negara Arab dengan rezim Zionis Israel. Dalam hal ini Marwan Abdel Aal, pejabat Front Pembebasan bagi Rakyat Palestina di konferensi pusat riset Palestina dan strategis (Bahits) yang digelar atas prakarsa pusat kebudyaan Iran dan bertepatan dengan Hari Quds Sedunia di Beirut mengatakan, saat ini isu Palestina di kawasan mulai pudar dan wacana muqawama dan terorisme mengalami perubahan.
Abu Imad al-Rifai, wakil Jihad Islam Palestina di Lebanon di pertemuan ini menjelaskan, saat ini Palestina menghadapi beragam ancaman dan ancaman bukan saja datang dari Israel, bahkan dari sejumlah negara Arab yang membahayakan Palestina beserta rakyatnya. Oleh karena itu, bangsa Palestina harus mengalahkan Israel dengan kesadarannya dan memperkokoh muqawama.
Abdullah al-Musawi, cendikiawan Kuwait dan analis muqawama Palestina seraya mengungkapkan penyesalannya atas ketidakpedulian sejumlah negara kawasan atas hakikat isu Palestina mengatakan, negara-negara ini menyerahkan sebagian besar bumi Palestina kepada Zionis dan memilih berdamai dengan Israel.
Di kondisi seperti ini Perdana Menteri rezim Zionis, Benyamin Netanyahu kembali mengabaikan resolusi 2334 Dewan Keamanan dan menjelang hari Quds Sedunia, ia menyetujui rencana pembangunan lebih dari tujuh ribu rumah baru bagi Zionis di al-Quds pendudukan. Dalam hal ini, militer Israel hari Rabu (21/6) memberondong seorang pemuda Palestina hingga tewas di pos pemeriksaan dengan dalih pemuda tersebut berencana menyerang mereka dengan senjata tajam.
Realita pahit lainnya atas bangsa Palestina dewasa ini adalah ketika negara-negara Arab mengubah isu Palestina dari prioritas utama menjadi prioritas terendah, para sponsor Israel khususnya Amerika Serikat malah menambah dukungannya terhadap rezim ilegal ini. Terkait hal ini, Jason Greenblatt, utusan presiden AS Donald Trump untuk Palestina pendudukan dan Jared Kushner, menantu Trump berkunjung ke Palestina pendudukan dan bertemu dengan Netanyahu untuk menunjukkan dukungan lebih besar Amerika kepada Israel.
Demonstrasi luas umat Muslim dunia hari Jumat (23/6), Jumat terakhir di bulan Ramadhan kembali membuktikan, meski bagi mayoritas pemimpin Arab-Islam isu Palestina telah kehilangan kegunaannya, namun bagi rakyat Muslim baik Arab maupun non Arab, isu Palestina masih tetap hidup. (MF)