Hamas Serukan Unjuk Rasa Akbar pada Hari Jumat
-
Hamas
Gerakan Muqawama Islam Palestina (Hamas) menyerukan masyarakat dan anggota gerakan ini di Tepi Barat untuk bergabung dalam unjuk rasa luas di Tepi Barat pada Jumat, 28 Juli 2017.
Seperti dilansir FNA, Rabu (26/7/2017), Hamas dalam sebuah pernyataan menegaskan pentingnya partisipasi luas semua kelompok dalam demonstrasi pada hari Jumat mendatang.
"Melalui partisipasi luas dalam unjuk rasa, langkah rezim penjajah di Masjid al-Aqsa harus direspon tegas," kata pernyataan Hamas.
Hamas memperingatkan bahwa pencabutan gate-gate keamanan dan mengantinya dengan kamera-kamera pintar tidak lebih hanyalah sebuah penipuan dan bertujuan untuk mengurangi kemarahan publik terhadap kejahatan Zionis.
Pada Jumat pekan lalu yang disebut sebagai "Jumat kemarahan", rakyat Palestina menggelar unjuk rasa mengecam berbagai kejahatan rezim Zionis.
Serangan aparat keamanan rezim Zionis terhadap para demonstran menyebabkan empat warga Palestina gugur syahid dan lebih dari 300 lainnya terluka.
Sejak hari Jumat, 14 Juli 2017 hingga Minggu, 16 Juli 2017, aparat keamanan Israel menutup gerbang-gerbang Masjid al-Aqsa dan melarang jamaah Palestina shalat di tempat suci ini. Langkah itu dilakukan atas perintah langsung Benjamin Netanyahu, Perdana Menteri rezim Zionis.
Pasca pembukaan pintu-pintu masuk ke Masjid al-Aqsa, aparat keamanan rezim Zionis memasang gate-gate keamanan di pintu-pintu masuk masjid ini.
Di sisi lain, demonstrasi rakyat Palestina direaksi aparat keamanan Israel dengan kekerasan. Sejak 14 Juli 2017 hingga Minggu, 23 Juli 2017, delapan warga Palestina telah gugur syahid dan ratusan lainnya terluka akibat kekerasan aparat keamanan Israel.
Langkah rezim Zionis tersebut menuai protes keras dari rakyat Palestina dan para pejabat di banyak negara muslim dan internasional.
Menyusul protes luas rakyat Palestina dan dunia, rezim Zionis akhirnya pada Selasa terpaksa mencabut gate-gate keamanan yang dipasang di depan pintu-pintu Masjid al-Aqsa. (RA)