PM Irak: Kami Menolak Tegas Perpecahan dan Separatisme
-
Haider Al Abadi
Haider Al Abadi, Perdana Menteri Irak dalam pidatonya di malam Asyura Imam Husein as, menolak tuntutan membagi Irak dan separatisme di negara itu.
Meski mendapat penentangan keras di tingkat regional dan internasional ditambah tekanan pemerintah pusat Irak, Masoud Barzani, Pemimpin wilayah Kurdistan, tetap menggelar referendum pemisahan diri wilayah itu dari Irak pada 25 September 2017 lalu, semata-mata atas dasar ambisi pribadinya.
Stasiun televisi Al Iraqiya (30/9) melaporkan, Haider Al Abadi, PM Irak menekankan upaya menjaga persatuan di antara umat Kristen, etnis Arab, Kurdi, Turkmen, Izadi dan Shabak.
Ia menuturkan, pemerintah Irak menentang segala bentuk tuntutan memecah belah dan separatisme, serta pihak-pihak yang ingin menghancurkan persatuan Irak dan rakyatnya.
PM Irak menegaskan, pemerintah pusat Baghdad menekankan upaya menjaga kemuliaan saudara-saudara Kurdi, kepentingan, keamanan dan ketenangan mereka.
Al Abadi juga berharap, jutaan penduduk Irak akan menikmati buah kesabaran, pengorbanan berharga dan perjuangan mereka membela tanah air dan seluruh kesucian.
Menurutnya, para pejuang Irak baik dari etnis Arab maupun etnis-etnis lainnya yang bersatu di bawah bendera Irak, sudah berhasil meraih banyak kemenangan.
"Rakyat Irak, berkat persatuan, berhasil menang atas terorisme, dan sumber kekuatan rakyat Irak adalah agama, etnis dan mazhab," pungkasnya. (HS)