Pengaduan Kejahatan Perang UEA di Yaman
https://parstoday.ir/id/news/west_asia-i47405-pengaduan_kejahatan_perang_uea_di_yaman
Sebuah organisasi Hak Asasi Manusia menuntut Pengadilan Pidana Internasional (ICC) untuk menyelidiki tuduhan kejahatan perang yang dilakukan oleh Uni Emirat Arab di Yaman.
(last modified 2026-04-05T23:44:38+00:00 )
Nov 28, 2017 12:43 Asia/Jakarta

Sebuah organisasi Hak Asasi Manusia menuntut Pengadilan Pidana Internasional (ICC) untuk menyelidiki tuduhan kejahatan perang yang dilakukan oleh Uni Emirat Arab di Yaman.

Joseph Breham, Pengacara Organisasi Arab untuk HAM di Inggris (AOHR) kepada AFP pada Senin (27/11/2017) mengatakan bahwa AOHR menuduh UEA –yang merupakan anggota koalisi Arab anti-Yaman pimpinan Arab Saudi– telah melakukan "serangan membabi buta (tanpa pandang bulu) terhadap warga sipil."

Breham mengatakan, para pelaku kejahatan ini adalah tentara bayaran yang disewa oleh UEA dan mereka berasal dari Kolombia, Panama, El Salvador, Afrika Selatan atau Australia, di mana negara-negara itu tidak mengakui ICC. Pengacara AOHR juga menuduh pasukan UEA melakukan serangan udara yang menargetkan rumah-rumah warga sipil, rumah sakit dan sekolah.

AOHR yang berbasis di London itu juga menyebut UEA telah menggunakan bom cluster yang dilarang dan menyewa tentara-tentara bayaran untuk melakukan penyiksaan dan eksekusi. Sebelumnya, pada bulan Juni, Human Rights Watch (HRW) menuduh UEA menjalankan setidaknya dua fasilitas penahanan informal dan tidak resmi di Yaman dan mereka telah memindahkan para tahanan ke sebuah pangkalan di Eritrea.

Penjara rahasia UEA di Yaman.

Seperti halnya Arab Saudi, UEA juga memiliki hubungan luas dengan berbagai organisasi spionase Barat dan mempekerjakan pasukan bayaran untuk mencapai kepentingan-kepentingannya. Jurnal Intelijen Online yang mempublikasikan berita terkait dengan badan-badan intelijen di dunia mengungkap bahwa Erik Prince, Pendiri Perusahaan Keamanan Blackwater Amerika terlibat dalam operasi khusus dan inteventif UEA di Libya dan sejumlah negara lainnya termasuk di Yaman.

Setelah menutup perusahaan Blackwater, Erik Prince mendirikan beberapa perusahaan yang terfokus pada apa yang disebut sebagai sektor keamanan. Ia juga memiliki perusahaan bernama Reflex Responses yang melatih Pasukan Ranger Garda Kepresidenan UEA.

Hubungan luas UEA dengan perusahaan-perusahaan Barat yang aktif di "sektor keamanan" terungkap ketika negara itu juga memiliki hubungan luas dengan berbagai kelompok teroris di selatan Yaman, di mana hal ini menunjukkan fitnah skala penuh UEA yang disebarakan di kawasan terutama di Yaman.

Arab Saudi yang didukung oleh Amerika Serikat, UEA dan beberapa negara lainnya melancarkan serangan militer ke Yaman sejak Maret 2015 dan setelah itu memblokade negara ini dari darat, laut dan udara. UEA memiliki peran terbesar dalam invasi militer ke Yaman setelah Arab Saudi.

Anak-anak Yaman.

Menurut PBB, Yaman menghadapi kelaparan terbesar di dunia dalam beberapa dasawarsa kecuali blokade koalisi pimpinan Arab Saudi terhadap pelabuhan dan bandara dicabut. Dana Anak-anak PBB (UNICEF) pada Minggu memperingatkan bahwa lebih dari 11 juta anak-anak Yaman sangat membutuhkan bantuan kemanusiaan.

Dewan HAM PBB pada pada bulan September 2017 sepakat untuk mengirim para penyidik ​​kejahatan perang ke Yaman dan menangani perlawanan Arab Saudi, yang berusaha membatalkan penyelidikan independen internasional

Pasukan UEA di Yaman.

Sebelumnya, pemerintah UEA dalam banyak kasus lebih memilih untuk mengambil kebijakan yang selaras dengan kebijakan Arab Saudi. Dalam konteks tersebut dan melalui perjanjian dengan Abd-Rabbuh Mansur Hadi (Presiden Yaman yang telah mengundurkan diri), UEA menyewa dua pulau Yaman selama 99 tahun.

Dengan berbagai trik, UEA juga menindaklanjuti kebijakan kekuatan-kekuatan hegemonik terutama AS untuk membagi wilayah Yaman. Para penguasa Arab menggunakan teroris dan pasukan bayaran untuk mengejar berbagai tujuan mereka termasuk tujuan-tujuan yang mempengaruhi transformasi regional agar sejalan dengan kepentingan mereka dan selaras dengan kebijakan yang didiktekan oleh Barat.

Meningkatnya peran dan pengaruh UEA di selatan Yaman memiliki berbagai konsekuensi termasuk konsekuensi keamanan seperti pendirian berbagai penjara rahasia. Keselarasan dan pertisipasi luas UEA dan Arab Saudi dalam agresi ke Yaman telah menyebabkan semacam persaingan kedua negara itu untuk memperluas pengaruh dan dominasinya di Yaman, sehingga masalah ini akan mendorong peningkatan kejahatan Arab Saudi dan UEA. (RA)