Rakyat Bahrain Protes Hukuman Mati terhadap Enam Aktivis
https://parstoday.ir/id/news/west_asia-i48713-rakyat_bahrain_protes_hukuman_mati_terhadap_enam_aktivis
Beberapa daerah di Bahrain menjadi ajang bentrokan antara pengunjuk rasa dan pasukan keamanan rezim Al Khalifa pada Senin malam, 25 Desember 2017.
(last modified 2026-04-12T10:02:39+00:00 )
Des 26, 2017 10:16 Asia/Jakarta
  • Unjuk rasa di Bahrain.
    Unjuk rasa di Bahrain.

Beberapa daerah di Bahrain menjadi ajang bentrokan antara pengunjuk rasa dan pasukan keamanan rezim Al Khalifa pada Senin malam, 25 Desember 2017.

Menurut IRIB, para demonstran memprotes hukuman mati terhadap enam pemuda Bahrain yang dituduh ingin meneror Komandan Angkatan Bersenjata negara ini.

Mereka turun ke jalan-jalan pada Senin (25/12/2017) malam untuk mengungkapkan kemarahan mereka terhadap keputusan tersebut.

Para pengunjuk rasa menyebut rezim Al Khalifa sebagai pihak yang harus bertanggung jawab atas keputusan yang dilandasi tuduhan palsu itu dan juga memburuknya kondisi di Bahrain.

Mereka membawa plakat dan spanduk yang bertuliskan tentang peran Amerika Serikat dan Inggris dalam penumpasan rakyat negara ini melalui dukungan kedua negara itu kepada rezim Al Khalifa.

Aparat keamanan rezim Al Khalifa berusaha membubarkan demonstrasi dengan menembakkan gas air mata dan menangkap sejumlah pengunjuk rasa.

Organisasi-organisasi masyarakat juga mengumumkan agenda unjuk rasa yang akan digelar pada hari Selasa di berbagai wilayah Bahrain.

Sebelumnya, Pengadilan Tinggi Militer Bahrain memvonis mati enam pemuda atas tuduhan palsu terlibat dalam penyusunan teror terhadap Marsekal Sheikh Khalifa bin Ahmed Al Khalifah dan merencanakan aksi teror lainnya.

Menurut kantor berita pemerintah, salah satu di antara mereka yang dijatuhi vonis mati, adalah Mubarak Adel Mubarak Mahanna, seorang tentara aktif bertugas sebelum dia ditangkap.

Pengadilan Militer Bahrain juga mencabut kewarganegaraan tujuh terdakwa lainnya dan menjatuhkan hukuman penjara selama tujuh tahun.

Selama beberapa tahun terakhir, rezim Al Khalifa telah sering menangkap oposisi dan menjatuhi hukuman mati, hukuman penjara dan mencabut kewarganegaraan mereka dengan dalih palsu seperti terlibat dalam operasi terorisme.

Sejak 14 Februari 2011, rakyat Bahrain bangkit melawan kediktatoran rezim Al Khalifa. Mereka berunjuk rasa damai untuk menuntut kebebasan, keadilan, penghapusan diskriminasi dan berdirinya pemerintahan pilihan rakyat.

Namun, tuntutan damai rakyat Bahrain itu disambut dengan kekerasan oleh rezim Al Khalifa. Dengan bantuan pasukan Arab Saudi, rezim ini menumpas para aktivis dan revolusioner Bahrain dan memenjarakannya. (RA)