Pengadilan Banding Kuatkan Vonis terhadap Sheikh Qassim
https://parstoday.ir/id/news/west_asia-i50651-pengadilan_banding_kuatkan_vonis_terhadap_sheikh_qassim
Pengadilan Banding rezim al-Khalifa menguatkan hukuman penjara selama setahun dan pencabutan kewarganegaraan terhadap Sheikh Isa Qassim, ulama terkemuka Bahrain.
(last modified 2026-04-16T09:59:01+00:00 )
Jan 29, 2018 13:12 Asia/Jakarta
  • Sheikh Isa Qassim, Ulama Besar Bahrain.
    Sheikh Isa Qassim, Ulama Besar Bahrain.

Pengadilan Banding rezim al-Khalifa menguatkan hukuman penjara selama setahun dan pencabutan kewarganegaraan terhadap Sheikh Isa Qassim, ulama terkemuka Bahrain.

Menurut laporan jaringan televisi al-Manar, Senin (29/1/2018), langkah anti-Sheikh Isa Qassim itu diambil ketika organisasi-organisasi Hak Asasi Manusia menuntut rezim Al Khalifa untuk mengizinkan proses pengobatan ulama besar Syiah Bahrain itu dalam keadaan normal dan tanpa tekanan apapun.

Sheikh Isa Qassim baru-baru ini menjalani sebuah operasi bedah, namun sejak dua bulan lalu, ia telah dipaksa untuk tetap tinggal di rumah oleh rezim.

Rezim Al Khalifa telah mencabut kewarganegaraan Sheikh Isa Qassim dan mengadilinya atas tuduhan-tuduhan palsu. Sejak Juni 2016, distrik al-Diraz yang merupakan tempat tinggalnya diblokade oleh aparat keamanan Bahrain.

Sheikh Isa Qassim terbaring.

Di sisi lain, pengadilan yang berafiliasi dengan rezim Al Khalifa menjatuhkan hukuman mati terhadap Maher Al-Khabbaz, pemuda Syiah dan aktivitis HAM Bahrain atas tuduhan palsu. Ia didakwa terlibat dalam pembunuhan salah satu pasukan polisi Bahrain.

Al-Khabbaz telah mendekam di penjara rezim Al Khalifa selama beberapa tahun dan mengalami berbagai bentuk penyiksaan oleh para sipir penjara.

Dalam enam tahun terakhir, lebih dari 11.000 warga Bahrain ditangkap dan sebagian dari mereka dicabut kewarganegaraan atas tuduhan-tuduhan palsu dan belum terbukti.

Selama beberapa tahun terakhir, rezim Al Khalifa telah sering menangkap oposisi dan menjatuhi hukuman mati, hukuman penjara dan mencabut kewarganegaraan mereka dengan dalih palsu seperti terlibat dalam operasi terorisme.

Sejak 14 Februari 2011, rakyat Bahrain bangkit melawan kediktatoran rezim Al Khalifa. Mereka berunjuk rasa damai untuk menuntut kebebasan, keadilan, penghapusan diskriminasi dan berdirinya pemerintahan pilihan rakyat.

Namun, tuntutan damai rakyat Bahrain itu disambut dengan kekerasan oleh rezim Al Khalifa. Dengan bantuan pasukan Arab Saudi, rezim ini menumpas para aktivis dan revolusioner Bahrain dan memenjarakannya. (RA)