Irak Tolak Intervensi AS Mengenai al-Hashd al-Shaabi
https://parstoday.ir/id/news/west_asia-i51087-irak_tolak_intervensi_as_mengenai_al_hashd_al_shaabi
Anggota Komisi Keamanan dan Pertahanan Parlemen Irak mengatakan, intervensi Amerika Serikat dalam urusan yang berkaitan dengan pasukan relawan rakyat Irak, al-Hashd al-Shaabi tidak dapat diterima.
(last modified 2026-02-13T10:00:50+00:00 )
Feb 06, 2018 16:47 Asia/Jakarta
  • Pasukan relawan rakyat Irak, al-Hashd al-Shaabi.
    Pasukan relawan rakyat Irak, al-Hashd al-Shaabi.

Anggota Komisi Keamanan dan Pertahanan Parlemen Irak mengatakan, intervensi Amerika Serikat dalam urusan yang berkaitan dengan pasukan relawan rakyat Irak, al-Hashd al-Shaabi tidak dapat diterima.

Iskandar Watut mengatakan hal itu dalam wawancara dengan kantor berita al-Maalomah pada hari Selasa (6/2/2018).

Ia menilai statemen John Sullivan, Wakil Menteri Luar Negeri AS tentang al-Hashd al-Shaabi –yang muncul dari kekuatan rakyat Irak– sebagai pernyataan yang tidak dapat diterima.

"Pasukan relawan rakyat sebagai sebuah pasukan militer resmi berada di bawah komando Haider al-Abadi, Perdana Menteri Irak dan Komandan Angkatan Bersenjata negara ini, di mana tidak seorang pun berhak untuk ikut campur dalam urusan internalnya," jelasnya.

Anggota Komisi Keamanan dan Pertahanan Parlemen Irak lebih lanjut memuji pengorbanan besar al-Hashd al-Shaabi untuk membebaskan berbagai wilayah Irak dari pendudukan kelompok-kelompok teroris, terutama kelompok teroris takfiri Daehs (ISIS) yang menduduki sebagaian wilayah negara itu sejak tahun 2014.

"Sumber kekuatan pasukan ini adalah rakyat Irak," pungkasnyas.

Usai mengunjungi Irak beberapa lalu, John Sullivan, Wamenlu AS menegaskan kelanjutan kehadiran militer negaranya di Irak. Ia mengatakan bahwa AS sedang menawarkan saran dan bantuan untuk mengatur pasukan al-Hashd al-Shaabi.

Sebelumnya, Rex Tillerson, Menlu AS menyebut al-Hashd al-Shaabi sebagai sebuah milisi asing dan menuntut penarikannya dari Irak. Pernyataan ini menuai penentangan luas dan protes resmi dari berbagai partai dan tokoh Irak.

Kantor Informasi PM Irak segera mereaksi pernyataan Menlu AS itu dan menegaskan, pasukan al-Hashd al-Shaabi adalah para pahlawan nasional yang mengorbankan diri mereka untuk membela tanah air, oleh karena itu tidak seorang pun berhak untuk mencampuri urusan ini dan menambil keputusan untuk rakyat Irak. (RA)