Hizbullah Peringatkan Israel agar Tidak Lancang
-
pejuang Hizbullah
Wakil Sekjen Hizbullah Lebanon menyinggung kelancangan rezim Zionis, dan menekankan bahwa muqawama tidak akan menerima pelanggaran bahkan satu jengkal pun terhadap wilayah Lebanon.
Mehr News mengutip laporan al-Manar menyebutkan, Syeikh Naim Qassem pada hari Rabu (21/2/2018) mengatakan, "Pengalaman membuktikan bahwa rezim penjajah ketika merebut sebagian wilayah, maka tangan rakusnya akan menjamah titik lain. Adapun muqawama, ketika membebaskan sebagian wilayah, gerakan ini akan bersabar untuk membebaskan wilayah lainnya."
Sementara itu, Amos Yadlin, mantan kepala Dinas Intelijen Israel (Mossad) mengatakan, "Kami sama sekali tidak ingin berperang dengan Lebanon."
Seorang pejabat militer Israel mengklaim, jika perang terjadi maka Tel Aviv akan berhadap-hadapan dengan berbagai front yang akan langsung dipimpin oleh Iran, dan kelompok-kelompok Syiah, pemerintah Suriah yang dipimpin Bashar al-Assad dan Hizbullah Lebanon, juga akan terlibat dalam front tersebut.

Perseteruan baru antara rezim Zionis dan Lebanon meletus dipicu statemen Menteri Peperangan Israel Avigdor Lieberman yang mengklaim blok sembilan minyak dan gas yang terletak di dekat perbatasan maritim dengan Israel sebagai milik Tel Aviv. Selain itu, Israel berniat membangun tembok pemisah di perbatasan dengan Lebanon.(MZ/PH)