Hizbullah: Saudi Provokasi Israel untuk Serang Iran
-
Pangeran Mohammed bin Salman telah bertemu dengan para pemimpin Yahudi-Amerika dan perwakilan AIPAC selama kunjungan ke AS.
Anggota Dewan Pusat Hizbullah Lebanon, Sheikh Nabil Qaouk mengatakan kebijakan Arab Saudi berbahaya bagi keamanan umat manusia.
"Al Saud dengan memberikan 'uang diam' kepada Donald Trump dan negara-negara lain yang sejalan dengan Amerika Serikat, mengubah keputusan masyarakat internasional," ujarnya seperti dikutip media Rasanews, Ahad (1/4/2018).
Berbicara pada sebuah seminar di Jabal Amil, Lebanon, Sheikh Qaouk menandaskan, rezim Israel menganggap Arab Saudi sebagai sahabatnya.

"Persekutuan Saudi dan Israel berbahaya bagi keamanan Lebanon, karena mereka memprovokasi rezim Zionis untuk menyerang Lebanon, Suriah dan Iran," ungkapnya.
Dia menuturkan kunjungan Pangeran Mahkota Saudi, Mohammad bin Salman ke AS yang dilakukan setelah Trump memutuskan pemindahan Kedutaan AS dari Tel Aviv ke al-Quds, berarti melegitimasi agresi terhadap Quds dan tempat-tempat suci umat Islam.
"Darah para syuhada telah menutup jalan kompromi dengan para penjajah. Hari ini, semua orang tahu bahwa putra mahkota Saudi bekerja untuk memuluskan proposal Amerika 'kompromi abad,'" tutur Sheikh Qaouk.
Petinggi Hizbullah ini menegaskan bahwa Arab Saudi tidak bisa merebut hati rakyat Lebanon dengan dolarnya. Saudi telah mengeluarkan banyak dana untuk menghantam Hizbullah selama bertahun-tahun, tetapi mereka sangat lemah untuk bisa mengambil tindakan terhadap poros perlawanan. (RM/PH)