Pasukan Turki Diminta Tinggalkan Wilayah Irak
Presiden Irak Fouad Massoum, mendesak Turki untuk menarik pasukannya dari daerah Bashiqa, Irak, dan menegaskan bahwa negaranya tidak menerima kehadiran pasukan asing.
Seperti dilansir kantor berita IRIB, Massoum dalam sebuah pernyataan hari Rabu (4/4/2018) mengatakan, kebijakan Irak adalah menentang setiap pendudukan di bagian manapun dari wilayahnya, dan tidak ada kesepakatan apapun dengan Ankara tentang kehadiran pasukan Turki di Irak.
Soal ancaman Turki untuk menyerang daerah Sinjar Irak dengan dalih mengusir anasir Partai Pekerja Kurdi (PKK), Massoum menyatakan keprihatinan atas kemungkinan terulangnya skenario Afrin, Suriah. "Setelah para anasir PKK pergi, pasukan asing tidak bisa dikerahkan dan menyerang bagian dari wilayah Irak," ujarnya.

Dia menambahkan bahwa Irak memiliki posisi dan perannya sendiri. Keinginan Baghdad adalah memiliki hubungan diplomatik yang baik dengan semua negara baik negara-negara regional maupun Barat kecuali rezim Zionis Israel.
Berkenaan dengan Kurdistan Irak, Massoum menerangkan, hubungan Kurdistan dengan pemerintah pusat Baghdad sudah kembali normal dan dialog tertutup sedang dilakukan.
"Baghdad telah mengirim anggaran untuk membayar gaji pegawai di sektor kesehatan dan pendidikan ke wilayah Kurdistan Irak, ini adalah sebuah langkah baik," tutupnya. (RM/PH)