Kemelut Penembakan di Istana Raja Saudi
https://parstoday.ir/id/news/west_asia-i55516-kemelut_penembakan_di_istana_raja_saudi
Sebuah video yang tersebar Sabtu malam mengabarkan adanya aksi penembakan di sekitar istana raja Arab Saudi di Riyadh. Tidak berapa lama setelah itu muncul rumor yang menyebutkan Raja Arab Saudi, Salman bin Abdul Aziz dan Putera Mahkota, Mohammed bin Salman lari ke tempat lain untuk menyelamatkan diri.
(last modified 2026-01-11T09:54:06+00:00 )
Apr 22, 2018 19:55 Asia/Jakarta
  • Raja Arab Saudi, Salman bin Abdul Aziz dan Putera Mahkota, Mohammed bin Salman
    Raja Arab Saudi, Salman bin Abdul Aziz dan Putera Mahkota, Mohammed bin Salman

Sebuah video yang tersebar Sabtu malam mengabarkan adanya aksi penembakan di sekitar istana raja Arab Saudi di Riyadh. Tidak berapa lama setelah itu muncul rumor yang menyebutkan Raja Arab Saudi, Salman bin Abdul Aziz dan Putera Mahkota, Mohammed bin Salman lari ke tempat lain untuk menyelamatkan diri.

Sebagian berita mengungkapkan bahwa raja dan putera mahkota Arab Saudi dilarikan ke sebuah pangkalan militer di sekitar Riyadh yang berada dalam pengawasan langsung AS.

Dilaporkan, terjadi kudeta yang sedang ditutupi oleh rezim Al Saud dari pantauan publik dunia. Hingga kini belum ada reaksi resmi dari pihak kerajaan Saudi terhadap merebaknya berita ini. Beberapa jam lalu, pihak kepolisian Arab Saudi mengklaim penembakan terjadi karena ada drone yang terbang di sekitar istana raja. Tapi berbagai media meragukan klaim tersebut, karena penembakan terjadi secara masif dan kurang logis terjadi untuk menangani sebuah drone saja.

Bagaimanapun peristiwa ini memunculkan kekhawatiran besar di Arab Saudi, terutama dari pihak dinasti Al Saud  atas terjadinya kudeta di negara Arab ini. Seolah-olah, semua mata tertuju ke arah istana kerajaan untuk menunggu peristiwa apa yang akan menimpa raja dan putera mahkota.

Putera raja, Mohammad bin Salman yang saat ini menjabat sebagai putera mahkota berkuasa melalui cara-cara culas dengan menyingkirkan pesaingnya, terutama Mohammed bin Nayef yang seharusnya menduduki jabatan tersebut. Raja Salman bin Abdul Aziz melakukan pelanggaran tradisi dengan menunjuk anaknya sendiri sebagai putera mahkota, yang seharusnya diserahkan kepada saudaranya. Sebab tradisi transisi kekuasaan puncak di Arab Saudi sejak berdiri dilakukan antarsesama saudara, bukan ayah kepada puteranya.

Mohammed bin Nayef

 

Bagaimanapun tindakan yang diambil raja Salman menunjuk Mohammed bin Salman sebagai putera mahkota membuat mereka sendiri senantiasa dibayangi mimpi buruk kudeta para pangeran yang sakit hati karena disingkirkan dari arus politik utama rezim Al Saud.

Situs berita Al Ahed Lebanon mengutip media Israel, Maariv memberitakan bahwa penembakan di sekitar istana kerajaan Arab Saudi kemungkinan terjadi antarpangeran yang sedang berselisih.

Mohammed bin Salman saat ini menghadapi penentangan keras dari berbagai arah di luar dan dalam negeri, terutama dari para pangeran yang dicopot jabatannya sejak putra raja ini berkuasa. Selain itu, kebijakannya yang prematur dan dipaksakan memicu gelombang penentangan keras dari para pejabat Arab Saudi sendiri. Reformasi ekonomi yang dijalankannya saat ini dikritik oleh berbagai kalangan sebagai program setengah jalan dan cenderung dipaksakan. Lebih dari itu, gelombang aksi penangkapan yang dilancarkan putera mahkota Arab Saudi mengobarkan kebencian semakin menyala dari para oposisinya. 

Sementara itu, musuhnya di luar negeri juga tidak sedikit. Apalagi baru-baru ini Mohammad bin Salman secara terbuka menyampaikan dukungannya terhadap eksistensi Israel yang bertentangan dengan pandangan umum masyarakat muslim di berbagai negara dunia, terutama negara-negara Arab.

Peristiwa penembakan terbaru meskipun  berupaya ditutupi oleh pihak kerajaan Arab Saudi mengindikasikan adanya guncangan di tubuh istana yang yang diklaim akibat sebuah drone. Masalah ini menunjukkan dengan jelas bahwa tidak ada tempat yang aman bagi rezim Al Saud. Peristiwa ini terjadi hanya selang beberapa hari dari penyelenggaraan KTT Liga Arab yang berlangsung di Dhahran, yang dipindahkan dari Riyadh karena takut terkena serangan rudal Ansarullah Yaman.(PH)