Enam Pemuda Divonis Mati, Warga Bahrain Berunjuk Rasa
-
Pengunjuk rasa Bahrain
Warga Bahrain menggelar unjuk rasa di beberapa daerah di negara ini untuk memprotres keputusan hukuman mati oleh pengadilan militer rezim Al Khalifa terhadap enam pemuda Bahrain.
Seperti dilansir Mehr News, Rabu (25/4/2018), penduduk distrik al-Diraz Bahrain berunjuk rasa untuk menyampaikan solidaritas mereka kepada keluarga para terpidana yang berasal dari distrik tersebut dan memprotes keputusan keji dan tidak adil pengadilan rezim Al Khalifa.
Para pengunjuk rasa menutup jalan-jalan di wilayah al-Diraz dan tidak membuka toko-toko mereka. Mereka juga menunda pelaksanaan sejumlah acara.
Komunitas Islam Nasional al-Wefaq Bahrain dalam sebuah pernyataan mengumumkan, vonis mati yang dikeluarkan pengadilan militer Bahrain terhadap enam pemuda yang tidak melakukan tindak kekerasan apapun hanya bertujuan politis dan untuk membalas dendam kepada para pemuda yang tidak berdosa, di mana mereka ditangkap dan disiksa secara diam-diam.
Al-Wefaq menyebut raja Bahrain sebagai pihak yang bertanggung jawab secara langsung atas vonis tersebut.
"Hukuman keji ini mencerminkan bagaimana hubungan rezim Al Khalifa dengan rakyat Bahrain," imbuh pernyataan tersebut.
Pengadilan banding militer Bahrain pada hari Rabu menyetujui hukuman mati terhadap enam pemuda Bahrain atas tuduhan palsu berupaya meneror komandan pasukan pertahanan negara ini.
Selama tujuh tahun terakhir, rezim Al Khalifa telah menangkap lebih dari 11.000 warga Bahrain. Banyak dari mereka dihukum mati atau dicabut kewarganegaraannya.

Sejak 14 Februari 2011, rakyat Bahrain bangkit melawan kediktatoran rezim Al Khalifa. Mereka berunjuk rasa damai untuk menuntut kebebasan, keadilan, penghapusan diskriminasi dan berdirinya pemerintahan pilihan rakyat.
Namun, tuntutan damai rakyat Bahrain itu disambut dengan kekerasan oleh rezim Al Khalifa. Dengan bantuan pasukan Arab Saudi, rezim ini menumpas para aktivis dan revolusioner Bahrain. (RA)