Haniyeh: Hamas Tidak Berusaha Ciptakan Konflik Internal Palestina
-
Ketua Biro Politik Hamas, Ismail Haniyeh
Ketua Biro Politik Hamas Ismail Haniyeh mengatakan, Hamas tidak sedang mengejar perpecahan dan konflik internal Palestina, namun hasil pertemuan Dewan Nasional di Ramallah tidak akan pernah mencerminkan konsensus nasional Palestina dan tuntutan dan kehendak rakyat Palestina.
Haniyeh menegaskan hal itu dalam wawancara dengan jaringan Al Ghad pada hari Sabtu (28/4/2018) seperti dilansir Pusat Informasi Palestina.
Dia menjelaskan, Hamas tidak sedang mengejar pembentukan Dewan Nasional alternatif atau sejajar, dan kelompok-kelompok Palestina sepakat dalam masalah ini serta telah banyak berupaya untuk meyakinkan Pemimpin Otoritas Palestina Mahmoud Abbas agar mengurungkan pertemuan Dewan Nasional di Ramallah dengan cara dan metode lama.
Dewan Nasional Palestina didirikan pada tahun 1948 sebagai wakil rakyat Palestina, namun Hamas dan Jihad Islam tidak memiliki wakil dalam dewan tersebut dan dalam pertemuannya mendatang, oleh karena itu, kelompok-kelompok Palestina menentang penyelenggaraan pertemuan pada 30 April.
"Pelaksanaan pertemuan Dewan Nasional tanpa melibatkan kelompok-kelompok Palestina telah mempertajam konflik internal dan Organisasi Pembebasan Palestina (PLO) sebagai rujukan komprehensif rakyat Palestina, terpinggirkan," jelasnya.
Ketua Biro Politik Hamas lebih lanjut menegaskan, Hamas menuntut pembatalan pertemuan Dewan Nasional Palestina dengan cara seperti itu dan pencabutan semua "hukuman" yang diberlakukan terhadap Jalur Gaza.

Haniyeh menuturkan, ini sama sekali tidak bisa diterima bahwa ketika rakyat Palestina dari semua lapisan dan gerakan nasional dan politik sedang berperang melawan rezim penjajah, Otorita Ramallah justru menghukum penduduk Gaza dan memutus gaji para pegawai. Langkah ini, lanjutnya, tidak benar dari pandangan nasional dan moral. (RA)