Hamas Tepis Gencatan Senjata Jangka Panjang dengan Zionis
-
demonstrasi warga Palestina di Jalur Gaza
Gerakan Muqawama Islam Palestina (Hamas) membantah laporan Zionis soal gencatan senjata jangka panjang dengan rezim Zionis atas blokade Gaza, dan menyebutnya jauh dari kenyataan.
Pada Senin (7/5/2018), juru bicara Hamas Abdul Latif al-Kanoo, mengatakan bahwa rezim Zionis belum memenuhi ketentuan perjanjian damai saat ini, sementara Mesir dan masyarakat internasional harus memaksa rezim segera melaksanakan komitmennya, khususnya sejak Israel melanjutkan kejahatan dan pembunuhan terhadap warga Palestina di Gaza.
Koran Haaretz melaporkan, Hamas telah memberikan pesan melalui sejumlah saluran diplomatik soal "gencatan senjata jangka panjang" antara kedua pihak untuk mereduksi blokade Gaza, namun pihak Israel belum menanggapi usulan tersebut.
Di lain pihak, Dewan Tinggi Nasional Palestina yang menindaklanjuti demonstrasi "Hak untuk Kembali" dan pencabutan blokade Gaza, meminta semua lapisan masyarakat di Tepi Barat Sungai Jordan, Quds dan wilayah pendudukan 1948, berdemonstrasi para hari Jumat dengan slogan "Persiapan dan Peringatan", sebagai mukadimah demonstrasi akbar Hari Petaka pada 14 Mei mendatang.
Dalam pernyataan Dewan ditekankan berlanjutnya demonstrasi sampai terealisasinya hak warga Palestina untuk kembali ke tanah air mereka dan juga diakhirinya blokade kejam terhadap Jalur Gaza.(MZ)