Al-Wefaq Bahrain Kritik Kebungkaman atas Kejahatan Al Khalifa
-
Komunitas Islam Nasional al-Wefaq Bahrain
Komunitas Islam Nasional al-Wefaq Bahrain mengkritik kebungkaman masyarakat internasional atas kejahatan rezim Al Khalifa terhadap rakyat negara ini.
Seperti dilansir YJC, Selasa (22/5/2018), al-Wefaq yang merupakan kelompok oposisi terbesar rezim Al Khalifa dalam pernyatan terbaru mengumumkan bahwa blokade pasukan keamaan rezim Al Khalifa terhadap distrik al-Diraz di barat Manama, ibu kota Bahrain telah masuk hari ke-700 secara berkesinambungan.
Ditambahkan pula bahwa blokade terhadap al-Diraz dimulai sejak Juni 2017 dan kejahtan ini berlanjut hingga sekarang di tengah-tengah kebungkaman negara-negara dunia dan berbagai organisasi internasional.
Blokade terhadap distrik al-Diraz dimulai bersamaan dengan pencambutan kewarganegaraan Sheikh Issa Qassim, ulama terkemuka Bahrain.
Menurut pernyataan al-Wefaq, al-Diraz adalah tempat tinggal Sheikh Issa Qassim dan memiliki penduduk berjumlah 25.000 jiwa. Mereka menderita akibat blokade dan pembatasan yang diberlakukan rezim Al Khalifa.
Al-Wefaq menuntut masyarakat internasional dan negara-negara Muslim untuk mendesak Al Khalifa mengakhiri blokade distrik al-Diraz dan menghentikan penahanan rumah terhadap Sheikh Issa Qassim.
Sejak 14 Februari 2011, rakyat Bahrain bangkit melawan kediktatoran rezim Al Khalifa. Mereka berunjuk rasa damai untuk menuntut kebebasan, keadilan, penghapusan diskriminasi dan berdirinya pemerintahan pilihan rakyat.
Namun, tuntutan damai rakyat Bahrain itu disambut dengan kekerasan oleh rezim Al Khalifa. Dengan bantuan pasukan Arab Saudi, rezim ini menumpas para aktivis dan revolusioner Bahrain.
Banyak aktivis Bahrain yang ditangkap, dipenjara, divonis mati dan bahkan dicabut kewarganegaraannya. (RA)