Peringatan Terbaru PBB Soal Krisis Kemanusiaan Yaman
-
Yaman
Stephane Dujarric, juru bicara Sekjen PBB menyatakan, "Setiap hari kami memberikan peringatan soal krisis kemanusiaan berbahaya di Yaman, dan kembali kami tekankan bahwa jika bentrokan yang sekarang ini terjadi di sekitar kota Hudaidah berlanjut, maka itu akan berdampak sangat berbahaya bagi warga Yaman."
Perundingan dengan pihak-pihak yang bertikai di Yaman soal transformasi di provinsi Hudaidah sedang bergulir. PBB juga berunding dengan Arab Saudi soal dimulainya perundingan damai dan upaya untuk menyalurkan bantuan kepada rakyat Yaman yang sangat membutuhkan.
Ancaman krisis kemanusiaan di Yaman telah berulangkali dikemukakan PBB namun tidak diperhatikan para pejabat Al Saud dan negara-negara Barat. Negara-negara Barat yang mengklaim sebagai pionir dalam hak asasi manusia di dunia, tidak mempedulikan peringatan soal bahaya krisis kemanusiaan terburuk yang sedang terjadi di Yaman.
Bahkan meski dengan peringatan lembaga-lembaga internasional serta tekanan opini publik dunia, pemerintah Barat khususnya Amerika Serikat melanjutkan pemberian bantuan logistik dan militer kepada pasukan rezim Al Saud. Barat terlibat dalam kejahatan anti-kemanusiaan tersebut.
Para pengacara Kementerian Luar Negeri Amerika Serikat dalam sebuah catatan menyatakan Amerika Serikat dapat disebut sebagai mitra kejahatan perang di Yaman karena mengisi bahan bakar jet-jet tempur Arab Saudi dan memberikan berbagai bantuan lainnya.
Merunut pernyataan para pejabat PBB terkait Yaman, dapat dirasakan keputusasaan mereka karena ketidakmampuan Dewan Keamanan menekan berbagai pihak dalam rangka mencegah krisis kemanusiaan di Yaman atau dalam rangka memulai perundingan baru untuk mengakhiri perang di negara itu.
Ibrahim Hadian, Sekjen Gerakan Kebebasan nasional Yaman mengatakan, "Dewan Keamanan menyusul hegemoni politik Amerika Serikat, tidak dapat memperhatikan kondisi Yaman. Dewan Keamanan hanya meratifikasi resolusi dan keputusan yang telah disetujui Amerika Serikat.
Ketidakpedulian dan tidak diambilnya langkah efektif PBB dan Dewan Keamanan terkait krisis Yaman, adalah karena ketergantungan lembaga ini terhadap negara-negara agresor dan penyulut perang Yaman. Menyusul ketergantungan finansial terhadap Amerika Serikat dan Arab Saudi, PBB dan Dewan Keamanan tidak dapat melaksanakan tugasnya baik di Yaman atau di berbagai titik lain di dunia.
Sebagaimana dalam beberapa tahun terakhir PBB secara berkesinambungan memperingatkan krisis kemanusiaan di Yaman, namun tidak ada langkah kongkret untuk mencegahnya dan hanya cukup dengan merilis laporan serta pernyataan saja.
Iona Craig, seorang jurnalis Times terbitan London mengatakan bahwa kondisi kemanusiaan Yaman sangat mengkhawatirkan, sementara tidak ada ufuk terang soal perundingan damai atau solusi untuk perang di negara itu.(MZ)