Kemlu Irak: Laporan Transfer Rudal Iran ke Irak, Tidak Benar
-
rudal Iran
Kementerian Luar Negeri Irak menyatakan "tercengang" terkait laporan Reuters, yang mengklaim bahwa Iran telah merelokasi rudal ke Irak dan menilai klaim tersebut tidak memiliki "bukti nyata."
"Irak tidak berkewajiban untuk menanggapi laporan media yang tidak memiliki bukti nyata yang mendukung klaim dan tuduhan mereka," kata Kemlu Irak dalam sebuah pernyataan pada hari Ahad, 2 September 2018.
Ditambahkan pula, "Semua lembaga negara di Irak menjunjung tinggi Pasal 7 konstitusi, yang melarang penggunaan wilayah Irak sebagai basis atau menjadi bagian yang akan digunakan dalam operasi yang menargetkan keamanan negara lain."
Menurut pernyataan itu, Kementerian Luar Negeri Irak mengatakan pihaknya "heran atas tuduhan" yang dimuat dalam laporan Reuters.
Dalam sebuah laporan eksklusif pada 31 Agustus, Reuters mengutip sumber anonim mengklaim bahwa Iran telah merelokasi rudal balistik kepada pejuang Syiah di Irak dan mengembangkan kemampuan untuk memproduksi lebih banyak di sana guna mencegah serangan terhadap kepentingannya di Timur Tengah.
Laporan itu menyebutkan bahwa Iran mengirim rudal balistik jarak pendek ke sekutunya di Irak selama beberapa bulan terakhir.
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Bahram Qassemi pada hari Sabtu dengan tegas menolak klaim palsu, tidak bermakna dan konyol tersebut, dan mengatakan bahwa itu bertujuan untuk memicu Iranphobia di kawasan.(MZ)