Dewan HAM PBB Selidiki Kejahatan Saudi di Yaman
https://parstoday.ir/id/news/west_asia-i62421-dewan_ham_pbb_selidiki_kejahatan_saudi_di_yaman
Dewan Hak Asasi Manusia PBB menyetujui proposal perpanjangan tugas tim ahli organisasi itu untuk memeriksa situasi di Yaman.
(last modified 2025-07-30T02:55:16+00:00 )
Sep 29, 2018 12:50 Asia/Jakarta
  • Perempuan dan anak-anak menjadi korban terbesar serangan koalisi Saudi ke Yaman.
    Perempuan dan anak-anak menjadi korban terbesar serangan koalisi Saudi ke Yaman.

Dewan Hak Asasi Manusia PBB menyetujui proposal perpanjangan tugas tim ahli organisasi itu untuk memeriksa situasi di Yaman.

Proposal itu disahkan pada hari Jumat (28/9/2018) meskipun ditentang oleh Arab Saudi dan Uni Emirat Arab. Misi tim ahli Dewan HAM PBB diperpanjang selama satu tahun ke depan untuk menyelidiki tentang kejahatan perang di Yaman.

Perpanjangan misi ini merupakan indikasi dari kepekaan komunitas internasional terhadap kejahatan perang dan perkembangan situasi Yaman. Surat kabar Rai al-Youm menulis, "Laporan Dewan HAM PBB tentang kejahatan perang di Yaman merupakan alarm tanda bahaya bagi koalisi pimpinan Arab Saudi."

Menurut Rai al-Youm, Amerika Serikat adalah pemasok utama untuk sebagian besar senjata, pesawat canggih, dan rudal yang digunakan Saudi untuk menyerang Yaman dan telah menyebabkan kematian ribuan warga sipil.

"Laporan transparan dan lengkap Dewan HAM PBB mengenai serangan udara terhadap bus yang membawa anak-anak Yaman dan penggunaan kata 'kejahatan' dan 'agresi' dalam laporan mereka, harus dianggap sebagai alarm tanda bahaya bagi koalisi agresor Saudi. Klaim koalisi tentang ketidaksengajaan mereka yang menyebabkan kematian warga sipil dan anak-anak Yaman, sudah tidak berguna," tulis surat kabar tersebut.

Presiden AS dan Raja Saudi mengikuti tarian pedang di Riyadh. (dok)

Koordinator Kemanusiaan PBB untuk Yaman, Lise Grande mengatakan penyelidikan independen dan netral tentang apa yang terjadi di Yaman akan terus dilakukan. Dia juga menyerukan segera diakhirinya perang Yaman.

Serangan skala penuh dan blokade Yaman yang dilakukan koalisi Saudi telah menciptakan tragedi kemanusiaan. Kondisi memilukan di Yaman memaksa lembaga-lembaga internasional untuk bersuara.

Sikap PBB yang tidak segera menindak rezim Al Saud secara praktis telah memberikan kesempatan kepada rezim itu untuk melanjutkan kejahatannya terhadap rakyat Yaman. Masyarakat dunia dipaksa untuk menyaksikan krisis kemanusiaan terburuk di Yaman.

Jet-jet tempur Saudi secara membabi-buta melesakkan rudal dan bom cluster untuk menghancurkan infrastruktur Yaman dan pemukiman penduduk, termasuk di ibukota Sana'a. Karena lampu hijau dari AS dan Inggris, Saudi tidak segan-segan untuk melakukan kejahatan apapun terhadap rakyat Yaman.

Koalisi Saudi menggunakan senjata terlarang termasuk bom cluster dan fosfor untuk membunuh dan menciptakan kehancuran maksimum di negara tersebut. Berlanjutnya kejahatan ini tentu saja akan memperburuk situasi kemanusiaan di Yaman.

Sekarang, saatnya untuk melakukan investigasi segera dan tidak membiarkan penyelidikan ini berlarut-larut agar tidak disabotase oleh koalisi Saudi. Saat ini, PBB sudah menunjukkan sikap yang berbeda terhadap kejahatan Saudi setelah mendapat kritikan dari publik dunia.  

Pencabutan keanggotaan Arab Saudi di Dewan HAM PBB juga dapat menjadi langkah tambahan sehingga negara itu tidak bisa bersembunyi di balik organisasi internasional atas kejahatannya di Yaman. (RM)