Dampak Tragis Agresi Saudi di Yaman
-
Anak-anak Yaman meninggal dunia dalam serangan jet tempur Arab Saudi.
Lembaga-lembaga internasional memperingatkan tentang tragedi kemanusiaan di Yaman setelah berbulan-bulan blokade penuh, yang dilakukan oleh pasukan koalisi Arab Saudi.
Kepala Program Pangan Dunia (WFP) untuk Yaman, Stephen Anderson dalam wawancara dengan CNN pada hari Senin (15/10/2018) mengatakan bahwa 12 juta warga Yaman terancam kelaparan.
Koordinator Urusan Kemanusiaan PBB untuk Yaman, Lise Grande kepada televisi BBC pada Senin kemarin, memperingatkan bahwa kelaparan terbesar abad ini akan terjadi di Yaman jika perang tidak berhenti.
Arab Saudi, dengan dukungan Amerika Serikat, Uni Emirat Arab, dan beberapa negara lain melakukan agresi militer ke Yaman sejak Maret 2015. Mereka juga mengepung negara itu dari wilayah darat, udara, dan laut.
Meningkatnya kelaparan, penyebaran penyakit, dan angka kematian akibat agresi dan blokade Saudi, telah menyeret Yaman ke dalam tragedi kemanusiaan yang paling mengerikan di dunia.
Orang-orang Yaman selain menghadapi pemboman berulang oleh pesawat koalisi Saudi, juga menjadi target pembantaian massal akibat blokade yang mencekik.
Dengan melihat krisis Yaman, dapat dipahami bahwa Saudi menggunakan semua metode genosida terhadap rakyat Yaman dan secara praktis menggiring negara itu ke dalam sebuah tragedi kemanusiaan.
Sikap bungkam komunitas internasional juga telah membuat Riyadh semakin beringas dalam membunuh orang-orang Yaman.
Setelah gagal mencapai tujuannya karena perlawanan gigih rakyat Yaman, rezim Saudi melakukan pembalasan dengan mengintensifkan kejahatannya terhadap warga sipil.
Sikap agresif Al Saud telah menyingkap esensi anti-kemanusiaan rezim itu di hadapan dunia. Sekarang, komunitas internasional tidak mampu lagi berdiam diri menyaksikan kejahatan Saudi di Yaman dan mereka mulai menunjukkan reaksi.
Penekanan Dewan Hak Asasi Manusia PBB untuk melanjutkan penyelidikan terhadap kejahatan Saudi di Yaman, merupakan bukti dari meluasnya reaksi dunia terhadap rezim Saudi.
Penumpasan Al Saud terhadap oposisi, termasuk eksekusi mati, penangkapan, pembunuhan, penculikan, dan penghilangan paksa, juga memicu reaksi masyarakat dunia. Kasus hilangnya wartawan terkenal Saudi, Jamal Khashoggi di konsulat negara itu di Turki telah memicu gelombang baru reaksi internasional terhadap Riyadh.
Kemarahan masyarakat internasional atas perilaku Al Saud menunjukkan bahwa dunia tidak akan lagi mentolerir pelanggaran HAM dan hukum internasional serta tindakan represif Saudi. Dalam situasi seperti itu, komunitas internasional diharapkan untuk mengambil langkah serius terhadap Al Saud guna menghentikan kejahatan mereka, dan tidak hanya sebatas mengeluarkan kecaman. (RM)