Konjen Saudi Tinggalkan Turki Malam Hari, Kegagalan Beruntun Bin Salman
https://parstoday.ir/id/news/west_asia-i63159-konjen_saudi_tinggalkan_turki_malam_hari_kegagalan_beruntun_bin_salman
Konsul Jenderal Arab Saudi di Istanbul, Mohammed al-Otaibi bertolak menuju Riyadh hari Selasa malam (16/10) dengan menggunakan penerbangan Saudi.
(last modified 2025-07-30T02:55:16+00:00 )
Okt 17, 2018 12:24 Asia/Jakarta
  • Konsul Jenderal Arab Saudi di Istanbul, Mohammed al-Otaibi
    Konsul Jenderal Arab Saudi di Istanbul, Mohammed al-Otaibi

Konsul Jenderal Arab Saudi di Istanbul, Mohammed al-Otaibi bertolak menuju Riyadh hari Selasa malam (16/10) dengan menggunakan penerbangan Saudi.

Jamal Khashoggi, kolumnis kritis Washington Post berkebangsaan Arab Saudi memasuki gedung Konsulat Saudi di Istanbul, Turki pada 2 Oktober, tetapi tidak pernah kembali.  Arab Saudi secara implisit menerima bahwa Khashoggi telah dibunuh. Salah satu orang yang terlibat langsung dalam kejahatan ini adalah Mohammed al-Otaibi, Konjen Arab Saudi di Istanbul.

Keterlibatan al-Otaibi dalam pembunuhan Khashoggiadalah contoh dari "unsur yang tidak diinginkan" dari pejabat diplomatik. Oleh karena itu, media Turki selama beberapa hari terakhir telah berulang kali menekankan bahwa Konsul Jenderal Saudi di Istanbul telah memainkan peran penting dalam pembunuhan Khashoggi dan dianggap "unsur yang tidak diinginkan" serta harus diusir dari Turki.

Jamal Khashoggi

Ketika pasukan keamanan Turki memasuki rumah Konjen Saudi di Istanbul dan melakukan penyelidikan, al-Otaibi meninggalkan Istanbul pada malam hari dan kembali ke Riyadh. Sejatinya, al-Otaibi sebelum dinyatakan sebagai "unsur yang tidak diinginkan" dan diusir oleh pemerintah Turki, lebih memilih "melarikan diri ke rumah", sehingga mencatat kekalahan besar kebijakan luar negeri bagi Al Saud.

Langkah Konjen Arab Saudi di Istanbul ini membawa pesan penting bahwa pemerintah Riyadh sedang mencoba untuk melindungi dan membesarkan teori "unsur sewenang-wenang". Mohammed al-Otaibi adalah orang yang paling mengetahui soal kejahatan terhadap Jamal Khashoggi. Karena kejahatan ini terjadi di tempat penugasannya. Dengan demikian, al-Otaibi meninggalkan Istanbul agar Al Saud dengan bantuan pemerintah Trump yang menindaklanjuti teori "unsur sewenang-wenang", dapat mengurangi peran penguasa Al Saud dalam kejahatan ini.

Namun, Al Saud tampaknya tidak dapat membebaskan diri dari kejahatan ini dan akan tercatat dalam rapor Al Saud. Karena opini publik dunia, otoritas politik sebagian besar negara, termasuk negara-negara Eropa, tokoh media dan investor terkenal di dunia telah menerima dan bagi mereka telah terbukti bahwa kejahatan terhadap Jamal Khashoggi dilakukan dengan mandat langsung dari Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman.

Teori "unsur sewenang-wenang" tidak dapat menyelamatkan Al Saud, terutama Muhammad bin Salman dari lumpur hisap akibat kejahatan pembunuhan Jamal Khashoggi. Karena salah satu efek langsung dari kejahatan ini, sejumlah besar media, investor dan para pejabat negara-negara berbeda di dunia telah memboikot konferensi "Investasi di Arab Saudi".

Alison Tahmizian Meuse dalam sebuah artikel yang dipublikasikan surat kabar Asia Times menulis, lebih banyak tokoh ekonomi yang memrotes pembunuhan Jamal Khashoggi mengumumkan penarikan diri mereka dari Riyadh Investment Conference yang dikenal dengan "Davos Sahara". Konferensi ini dimaksudkan sebagai etalase bagi karya-karya modern Mohammed bin Salman untuk Arab Saudi.

Kenyataan ini tidak diragukan lagi menjadi kekalahan besar bagi Mohammed bin Salman.

Mohammed bin Salman

Pada dasarnya, setelah Mohammed al-Otaibi meninggalkan Istanbul malam hari, boikot terhadap Konferensi Investasi Riyadh menjadi konsekuensi besar kedua dari pembunuhan Khashoggi bagi Bin Salman. Tetapi kejahatan ini bila disandingkan dengan kejahatan lain yang dilakukannya seperti perang terhadap Yaman, penahanan Saad Hariri di Riyadh dan penumpasan para oposan dalam negeri selama tiga setengah tahun terakhir ini bahkan dapat memiliki dampak yang lebih berat bagi putra mahkota muda dan mengakhiri lebih cepat akan ambisinya.

Senator Lindsey Graham dari kubu Republik telah mengambil langkah pertama terkait masalah ini dan secara transparan menyatakan bahwa Bin Salman harus pergi. Karena ia tidak akan pernah bisa menjadi pemimpin dunia di kancah global.