Transformasi Timur Tengah, 10 Maret 2019
-
Pasukan Hamas
Transformasi Timur Tengah pekan lalu diwarnai oleh sejumlah isu penting di antaranya: Hamas menyatakan aksi Israel di Gaza sebagai awal kehancuran Zionis dan Lieberman mengakui Israel tidak mampu melawan muqawama Palestina.
Selain itu, AS sedang mempersiapkan generasi baru Daesh di Timur Tengah, ditemukan senjata buatan AS dan Israel di tangan teroris Suriah, AS menyulut perselisihan di antara pejabat Lebanon, dan kelompok teroris Daesh mencuri 50 ton emas dan 400 juta dolar aset Irak.
Hamas: Aksi Israel di Gaza Awal Kehancuran Zionis
Media-media rezim Zionis hari Rabu (6/3) melaporkan terjadinya serangan roket dari arah Gaza yang dilancarkan gerakan perlawanan Palestina. Penembakkan dua roket dari arah jalur Gaza menuju distrik-distrik Zionis ini memicu kepanikan yang ditandai dengan bunyi sirene peringatan bahaya terdengar di berbagai wilayah Palestina Pendudukan. Serangan roket tersebut sebagai langkah balasan dari pihak gerakan perlawanan Palestina terhadap aksi tentara rezim Zionis yang melukai empat pemuda Palestina.
Kepala Biro Politik Hamas, Ismail Haniyeh menyatakan bahwa aksi terbaru Israel di Gaza jika terus berlanjut akan berujung kehancuran total rezim Zionis. Haniyeh menegaskan, jika rezim agresor masih melanjutkan petualangannya di Gaza, maka Israel akan menerima balasan setimpal yang bisa berujung kehancuran total rezim Zionis.
Salah satu masalah yang menjadi perhatian para pengamat Timur Tengah terhadap isu kekuatan Palestina melawan rezim Zionis selama beberapa tahun terakhir, terutama dalam beberapa bulan terakhir bertumpu pada masalah kekuatan roketnya yang membuat musuh berpikir seribu kali untuk menyulut perang baru di Gaza.
Laporan terbaru situs Zionis, Debka File juga mengakui bahwa sistem rudal Iron Dome tidak efektif menghadapi roket dan rudal gerakan perlawanan Palestina dan Hizbullah Lebanon. Militer Israel dalam laporan tahunannya mengakui bahwa pada 2018 lebih dari 1.000 roket dan mortir ditembakkan dari Gaza ke berbagai wilayah di Palestina Pendudukan. Jerusalem Post melaporkan, dari seribu roket yang ditembakkan dari Gaza hanya 200 yang berhasil ditangkal oleh sistem pertahanan rudal Iron Dome dan sisanya mengenai target. Dinamika Palestina mengindikasikan perubahan strategi gerakan dari pertahanan menuju langkah opensif terhadap rezim Zionis.
Lieberman Akui Israel Tidak Mampu Lawan Muqawama Palestina
Mantan menteri peperangan rezim Zionis Israel, Avigdor Lieberman mengakui ketidakmampuan rezim ilegal ini melawan muqawama Palestina. Laman news.walla.co.il melaporkan, Avigdor Lieberman menyebut rezim Zionis Israel menyerah di hadapan muqawama Palestina, dan mengatakan, kondisi di perbatasan utara dan selatan kini kacau dan hingga dua tahun mendatang, kondisi akan terus memburuk.
Lieberman sebelumnya mengakui kegagalan kebijakan Israel di Jalur Gaza dan menandaskan, pasukan muqawama tidak mengenal takut dan Tel Aviv tidak memiliki strategi permanen untuk menghentikan langkah Hamas. Liberman tercatat sebagai tokoh yang menentang dan mengkritik dihentikannya serangan terbaru Israel ke Jalur Gaza. Namun perjuangan Palestina memaksa rezim ilegal ini menerima gencatan senjata, dan Lieberman terpaksa mengundurkan diri dari jabatannya sebagai menteri urusan perang rezim Zionis.
AS sedang Siapkan Generasi Baru Daesh di Timur Tengah
Qais Al Khazali, Sekjen Gerakan Asaib Ahl Al Haq, Irak mengungkap upaya Amerika Serikat untuk melahirkan generasi baru kelompok teroris Daesh di kawasan. Menurutnya, pasukan sukarelawan rakyat Irak, Al Hashd Al Shaabi menghadapi fitnah dan upaya memecah belah Irak.
Situs berita Al Ahed melaporkan, Sekjen Asaib Ahl Al Haq, Qais Al Khazali dalam seminar bertema "Hari Syahid" menjelaskan, kelompok-kelompok perlawanan adalah faktor utama kemuliaan Irak dalam melawan penjajah. Ia menambahkan, beberapa pihak berusaha mengacaukan Irak. Menurut Al Khazali, tujuan mereka adalah mencegah pulihnya stabilitas politik dan ekonomi di Irak.
Hari Kamis (7/3), kelompok teroris Daesh menyerang konvoi pasukan Al Hashd Al Shaabi di jalan raya Mosul-Kirkuk. Serangan itu menewaskan 6 orang dan melukai lebih dari 30 lainnya.
Ditemukan Senjata Buatan AS dan Israel di Tangan Teroris Suriah
Aparat keamanan Suriah menemukan sejumlah besar senjata buatan Amerika Serikat dan rezim Zionis Israel milik kelompok teroris di Rif Dimashq. Situs Al-Akhbar melaporkan, sumber militer Suriah hari Jumat (8/3) mengungkapkan penemuan beragam senjata beserta amunisi produk AS dan Israel milik kelompok teroris di sekitar distrik Yalda.
Beberapa pekan sebelumnya, militer Suriah berhasil menemukan sejumlah pucuk senjata dan amunisi produksi AS dan Israel di sebuah pusat persembunyian kelompok teroris di Rif Dimashq.
Media Suriah melaporkan, dalam operasi penumpasan teroris ini ditemukan puluhan ribu peluru, roket berbagai jenis, peralatan telekomunikasi, dan beragam jenis pucuk senjata di gudang yang tersimpan di bawah tanah.
Dari berbagai jenis senjata dan amunisi yang ditemukan di pangkalan teroris tersebut terdapat sejumlah persenjataan milik tentara AS seperti roket 128 mm, dan berbagai jenis senjata serta amunisi produksi AS dan Israel.
Pada 4 Februari lalu, pasukan Suriah juga berhasil menemukan senjata dan amunisi serta perlengkapan militer dan obat-obatan produksi AS dan Israel dalam operasi pembersihan teroris di wilayah barat daya Damaskus dan daerah utara Al Quneitra. Selama ini rezim Zionis Israel dan AS membantu kelompok teroris yang beroperasi di Suriah.
AS Sulut Perselisihan di antara Pejabat Lebanon
Ketua Parlemen Lebanon mengatakan, Amerika Serikat sebagaimana sebelumnya sedang berusaha menyulut perpecahan di antara pejabat pemerintah Lebanon. Nabih Berri, Sabtu (9/3) menuturkan, dalam pertemuan terbaru dengan Pelaksana Tugas Deputi Menteri Luar Negeri Amerika urusan Asia Barat, David M. Satterfield, disinggung tentang masalah perbatasan laut Lebanon.
Nabih Berri menjelaskan, sikap Satterfield hanya menguntungkan rezim Zionis Israel. Ditegaskannya, Amerika tetap menjalankan metode lamanya dan berusaha mengadu domba rakyat Lebanon, Washington tidak belajar pada pengalaman dan tidak menyadari upaya semacam ini tidak akan membuahkan hasil apapun.
Satterfield dua hari lalu melakukan kunjungan mendadak ke Beirut dan bertemu sejumlah pejabat tinggi Lebanon, ia menyampaikan usulan soal perbatasan laut Lebanon dengan Israel, terutama terkait eksplorasi minyak dan gas di perbatasan.
Daesh Curi 50 Ton Emas dan 400 Juta Dolar Aset Irak
Salah seorang pejabat tinggi gerakan Sadr Irak mengatakan, Amerika Serikat adalah sekutu kelompok teroris Daesh dalam mencuri puluhan ton emas dan ratusan juta dolar aset bank-bank negara ini.
Stasiun televisi Al Mayadeen (8/3/2019) melaporkan, Hakim Al Zamili menuturkan, kelompok teroris Daesh pada tahun 2014 mencuri 50 ton emas dan uang senilai 400 juta dolar dari sejumlah bank Irak. Hakim Al Zamili meminta pemerintah Baghdad untuk mendesak Amerika agar mengambalikan uang curian itu pasca pendudukan pasukan Amerika di wilayah Al Baghouz, timur Suriah.
Ketua lembaga pengawas hak asasi manusia Suriah sebelumnya menuturkan, teroris Daesh mencuri sekitar 40 ton emas rakyat Suriah dan Irak, dan pasca pendudukan pasukan Amerika serta Pasukan Demokratik Suriah, SDF, barang curian itu dipindahkan ke markas Daesh terakhir di timur Suriah.(PH)