Hamas: Kebijakan Mahmoud Abbas Perparah Perpecahan
-
Mahmoud Abbas
Juru bicara bidang penerangan Gerakan Perlawanan Islam Palestina (Hamas) menilai kebijakan Ketua Otorita Ramallah Mahmoud Abbas anti Gaza memperparah friksi internal.
Menurut laporan IRIB, Abdul Latif al-Qanu di akun twitternya menulis, sanksi berkelanjutan dan langkah separatis Mahmoud Abbas anti Gaza melanggengkan perpecahan antara bangsa Palestina.
abd
Al-Qanu menyebut statemen Abbas terkait rekonsiliasi nasional bertentangan dengan kebijakan dan kinerjanya. Ia menambahkan, kendala saat ini hanya dapat dilawan melalui persatuan nasional yang tercermin di pemerintahan nasional bersatu.
Kabinet baru Otorita Ramallah pimpinan PM Mohammad Ishtayeh Sabtu lalu dilantik tanpa keterlibatan Hamas dan kubu Palestina lainnya.
Husam Badran, anggota Biro Politik Hamas mengatakan, pemerintah baru Mohammad Ishtayeh selama belum mendapat mosi percaya dari parlemen Palestina atau kesepakatan nasional, maka ilegal dan merupakan langkah praktis untuk melaksanakan rencana AS transaksi abad.
Transaksi abad, sebuah rencana baru pemerintah AS untuk menghapus hak bangsa Palestina. Disebutkan bahwa rencana ini disusun melalui kerja sama dan kesepakatan sejumlah negara Arab. (MF)