Syarat Lieberman Ikut Kabinet Netanyahu
https://parstoday.ir/id/news/west_asia-i69401-syarat_lieberman_ikut_kabinet_netanyahu
Benjamin Netanyahu telah memulai penjajakan untuk membentuk kabinet baru rezim Zionis Israel. Dia bertugas membentuk kabinet untuk kelima kalinya selama 32 tahun terakhir.
(last modified 2025-07-30T02:55:16+00:00 )
Apr 19, 2019 13:21 Asia/Jakarta
  • Avigdor Lieberman (kiri) dan Benjamin Netanyahu (kanan).
    Avigdor Lieberman (kiri) dan Benjamin Netanyahu (kanan).

Benjamin Netanyahu telah memulai penjajakan untuk membentuk kabinet baru rezim Zionis Israel. Dia bertugas membentuk kabinet untuk kelima kalinya selama 32 tahun terakhir.

Namun, ada beberapa tantangan yang dihadapinya di periode baru ini. Netanyahu harus membentuk kabinet dengan merangkul mitra koalisinya yang menguasai 65 kursi di Knesset.

Tanpa lima kursi Knesset yang dipegang oleh Partai Yisrael Beiteinu, Netanyahu tidak memiliki jumlah yang cukup untuk membentuk kabinet. Yisrael Beiteinu adalah partai yang sebelumnya menarik diri dari pemerintahan Netanyahu sehingga Israel harus menggelar pemilu lebih awal.

Surat kabar Israel HaYom menyatakan Ketua Partai Yisrael Beiteinu, Avigdor Lieberman telah menetapkan syarat untuk terlibat dalam kabinet baru. Dia meminta Netanyahu untuk berkomitmen menggulingkan pemerintahan Hamas di Gaza sehingga partainya ikut di pemerintahan. Selain itu, kursi kementerian keamanan internal dan keamanan peperangan harus diserahkan ke partai Lieberman.

Anggota koalisi lain, Uni Partai Sayap-Kanan yang memperoleh lima kursi Knesset, meminta kursi kementerian pendidikan dan kementerian kehakiman rezim Zionis. Namun, Netanyahu menolak permintaan itu dan ia bertekad mengamankan dua kementerian tersebut untuk Partai Likud.

Gedung Knesset.

Dalam situasi seperti ini, Netanyahu tampaknya akan kesulitan untuk membentuk kabinet baru sesuai tenggat waktu 28 hari. Jika molor dari waktu yang ditentukan, presiden rezim Zionis dapat memperpanjang 14 hari lagi. Perpanjangan ini dapat dilakukan tiga kali atau total 42 hari.

Pembentukan kabinet oleh Netanyahu sepertinya tidak akan memakan waktu lebih dari 42 hari, namun kabinet yang terbentuk dalam kondisi seperti itu, tidak memiliki kesolidan dan penuh dengan perselisihan, dan kecil kemungkinan kabinet baru ini akan bertahan sampai empat tahun.

Netanyahu juga menghadapi persoalan penting lainnya yaitu empat skandal korupsi yang menjeratnya dan masalah ekonomi Israel. Sejauh ini belum ada keputusan final terhadap skandal korupsinya, namun publik dan oposisi terus mengikuti perkembangan kasus tersebut.

Kubu oposisi akan lebih solid di era baru pemerintahan Netanyahu, karena mereka percaya bahwa dia telah membentuk kediktatoran partai dan menjadi perdana menteri permanen Israel. (RM)