Serangan Udara Zionis ke Gaza pada Sabtu Malam
Serangan terbaru rezim Zionis Israel ke Jalur Gaza dalam 2-3 hari terakhir dilaporkan telah merenggut nyawa 11 warga Palestina termasuk Seba Arar, 1,2 tahun. Ibu Arar yang sedang hamil juga terluka parah dalam serangan ini.
Beberapa gedung perumahan warga Palestina juga luluh lantak akibat serangan militer Israel. Gedung kantor berita Turki, Anadolu juga tidak selamat dari serangan udara militer rezim Zionis ke Gaza yang berlanjut hingga Sabtu malam, 4 Mei 2019.
Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengecam keras serangan rezim Zionis terhadap kantor berita Anadolu di Gaza.
"Kami mengutuk keras serangan Israel terhadap kantor berita Anadolu di Gaza," kata Erdogan di twitter.
Dia menambahkan, Turki dan Anadolu akan terus memberi tahu dunia tentang terorisme dan kekejaman Israel di Gaza dan bagian lain Palestina meskipun ada serangan semacam itu.
Jet-jet tempur tempur rezim Zionis menghantam gedung Anadolu dengan sedikitnya limat roket setelah tembakan peringatan. Tidak ada korban cedera atau tewas dalam insiden ini.
Sebelumnya, pejuang Palestina pada Sabtu pagi menembakkan lebih dari 100 roket ke distrik-distrik Zionis dekat Gaza untuk membalas kejahatan rezim Zionis Israel terhadap rakyat Palestina.
Serangan balasan pejuang Palestina itu menarget beberapa distrik Zionis, di mana beberapa roket menghantam distrik Netivot, Ashkelon dan Sha'ar HaNegev.
Menyusul serangan tersebut, sirene tanda bahaya terdengar di distrik-distrik Zionis sekitar Gaza dan militer rezim Zionis dalam kondisi siaga.
Serangan rezim Zionis ke Gaza pada hari Kamis telah menyebabkan tujuh warga Palestina gugur syahid dan puluhan lainnya terluka.
Kelompok-kelompok pejuang Palestina di Gaza mengumumkan bahwa mereka akan membalas tegas serangan tersebut dan tidak akan tinggal diam. (RA)